Tak Pernah Terpublikasi sampai Novel ke-17

0
606
RIAWANI Elyta (tengah) saat berfoto bersama dengan pecinta buku di Tanjungpinang usai melakukan bedah buku Love Catcher di Kafe Qong Kali Qong, Tanjungpinang, Minggu (25/2) malam. f-jendaras/tanjungpinang pos

Cerita ASN Bintan Jadi Penulis Tingkat Nasional

TANJUNGPINANG – Riawani Elyta (40), seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di Kabupaten Bintan memang terlihat sama dengan ASN pada umumnya. Namun siapa sangka, ia seorang penulis 17 novel dan 7 buku, yang sudah beredar di skala nasional.

Ia melaunching novel ke-17 hasil karyanya di Tanjungpinang, Minggu (25/2) malam lalu. Bertempat di satu kafe di Tanjungpinang, wanita yang sudah menulis sejak tahun 2007 ini mengatakan, launching novel tersebut adalah kali pertamanya setelah ia menulis sebanyak 24 buku. Novel berjudul Love Catcher yang ia launching kali pertama ini, merupakan novel ke-17 dan memberikan banyak pengalaman hidup saat membacanya.

Baca Juga :  Deby Menyosialisasikan Posyandu Holistik Integratif

Di hadapan puluhan pecinta buku dan novel di Tanjungpinang, wanita yang bekerja di Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSPTK) Bintan ini menyampaikan, novel ini sudah dua tahun lalu ditulisnya, sebelum diterbitkan. Namun proses menulisnya memakan waktu selama 4 bulan, dan editing selama 1 bulan.

”Novel ini diterbitkan oleh Gagas Media dan sudah beredar di toko-toko buku di Indonesia. Untuk tahap pertama ini sudah dicetak sebanyak 4.000 eksemplar. Namun, selama ini tak pernah terpublikasi,” kata Riawani Elyta, kemarin.

Novel ke-17 ini menceritakan kehidupan yang cukup unik, yaitu tentang seorang wanita yang selangkah lagi akan masuk ke jenjang pernikahan. Namun mengalami konflik karena sang calon suami akan dipindahtugaskan kerja yang jauh. Kemudian, ibunda tercintanya sedang sakit keras.

Baca Juga :  Perekrutan Pegawai Non PNS Bandara Tambelan

Kisahnya menjadi menarik saat sang wanita yang sedang berjuang sendiri, mengembangkan kafe coklatnya. Kemudian ia juga memiliki latar belakang masa lalu yang broken home, dan juga ada godaan orang ketiga, dalam situasi akan menikah.

Elyta, sapaan akrabnya juga mengisahkan buku dan novel yang ia tulis kental akan nilai-nilai islami, dan inspiratif dalam kehidupan. Sehingga novel tersebut akan menarik dibaca dan memberikan nilai-nilai positif bagi pembaca di segala usia.

Kepada Tanjungpinang Pos, Elyta mengatakan jika launching yang ia lakukan ini bertujuan untuk mengajak penulis-penulis di Tanjungpinang-Bintan, agar dapat menelurkan buku seperti yang ia lakukan. Menurutnya, dengan me-launching ini, memberikan motivasi bahwa penulis di Tanjungpinang juga mampu menulis skala nasional.

Baca Juga :  KPU Bintan Gelar Apel Serentak Mantapkan Coklit

”Sejarah mencatat, Raja Ali Haji Fisabillah menjadi penulis yang terkenal dengan Gurindam Dua Belas, ini memotivasi kita di Kepri ini, harus menelurkan penulis, untuk melanjutkan perjuangan Raja Ali Haji,” sebutnya. (aan)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here