Tak Semua Sekolah di Kepri Gelar UNBK

0
408
SALAH satu siswa di Kepri berdoa menjelang Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun lalu. f-dok/tanjungpinang pos

DOMPAK – Kepala Dinas Pendidikan Kepri Arifin Nasir menyampaikan, rencananya Ujian Nasional (UN) tahun 2018 ini, rencananya akan digelar serentak pada April mendatang.

Namun belum semua sekolah di Kepri yang menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Ada juga sekolah manual. Sekolah tersebut umumnya berada di daerah hinterland atau pesisir seperti Natuna, Anambas masih berbasis kertas. Di Lingga belum sama sekali.

”Sekolah yang rencana mengelar ujian berbasis komputer, ada sekitar 22 sekolah, sementara masih ada juga yang menggelar manual,” jelas Arifin kepada Tanjungpinang Pos, Kamis (11/1) kemarin.

Menurutnya, nanti masih ada sekolah yang berbasis komputer dan berbasis kertas. Saat ini persiapan Disdik sudah mulai melakukan cetak Daftar Nama Sementara (DNS) peserta ujian yang akan mengikuti ujian nasional tahun 2018 ini. ”Beberapa hari ini sudah mulai dicetak,” terangnya.

Disinggung daftar peserta yang mengikuti UN nanti, lebih kurang ribuan peserta didik. Bahkan Disdik sudah memploting beberapa wilayah di Kepri yang letak wilayahnya berada di hinterland dan sulit terjangkau.

Memang saat ini, dalam penyusunan soal, tidak ada keterlibatan daerah, hanya saja nanti, untuk mendistribusikan soal-soal ujian, baru melibatkan daerah. Bahkan, antisipasinya sekolah yang berbasis kertas.

Selanjutnya disinggung sekolah yang baru menerapkan sistem ujian berbasis komputer, tahun 2018 ini yakni SMAN 4 dan SMAN 6 Tanjungpinang.

Ia bertekat, untuk di wilayah Kota Tanjungpinang dipastikan seluruh sekolah baik negeri maupun swasta akan menggelar sistem ujian berbasis komputer, begitu juga di Kabupaten Bintan. Kecuali SMA di hinterland, seperti di Numbing, Mantang, Pangkil masih ujian berbasis kertas.

”Seperti di Bintan Timur, SMAN 1 sudah bisa, bahkan Tanjunguban sudah seluruhnya dipastikan UNBK,” bebernya.

Saat ini, untuk bebarapa daerah bahkan kota, pihaknya sudah menginstruksikan sudah harus menggelar simuliasi ujian nasional, baik kertas maupun komputer. (ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here