Takjil Bebas Pengawet

0
424
Warga saat membeli takjil di kawasan Bintancentre, kemarin. Foto inset tim dari BPOM saat uji takjil di laboratorium. f-andri/tanjugnpinang pos

Hasil Uji Laboratorium BPOM 

Jajanan buka puasa atau takjil yang ada di Tanjungpinang aman dari bahan pengawet.

TANJUNGPINANG – Dari Inspeksi Mendadak (Sidak) dan tes laboratorium di tempat yang digelar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kepri hasilnya tidak ditemukan bahan berbahaya, baik pengawet maupun pewarnan nonmakanan.

Makanan juga yang mengandung boraks, formalin, Rodhamin B, dan Methanyl Yellow. Sidak selama dua hari dilakukan guna meningkatkan intensifitas pengawasan bahan pangan selama Ramadan 1439 Hijriah. Untuk memberi kan perlindungan kepada masyarakat dari peredaran produk pangan yang tidak memenuhi ketentuan.

Hasil sample yang diambil dari air cincau, pempek, ketupak nasi, udang goreng, getuk merah, ikan, bakso ikan, es jagung, agar-agar, cendol, lapis, tahu bakso, bolu kuning, bakso tusuk, daun ubi, kue lapis, jeli kuning.

Kemudian, cumi, bakso, mi, ikan tamban, ati ampela, tahu putih, bumbu giling, kolang-kaling, lontong, aman dikonsumsi.

Hari ini, Rabu (23/5) pagi, tim BPOM mengambil beberapa sampel makanan di Pasar Tradisional Kota Lama Tanjungpinang. Diantaranya di belakang KFC atau Gereja Ayam di Pasar, Jalan Pemuda dan sekitarnya.

Kepala Dinkes Dalduk dan KB Kota Tanjungpinang, Rustam menuturkan, tim mengambil 20 jenis makanan atau bumbu yang diambil secara acak. Dari hasil pemeriksaan dinyatakan tidak mengandung zat berbahaya.

Rustam menuturkaan saat turun, dari Dinkes menurunkan 13 personel. Serta ditambah tim dari BPOM Kepri yang juga membawa mobil laboratorium keliling.

Dijelaskannya, sehari sebelumnya, Selasa (22/5) sore, tim sudah mengunjungi pasar takjil yang berada di Belakang Ruko Pinlang Mas, Batu 9 Tanjungpinang, dilanjutkan di Baru 11, tepatnya Hotel Aston Tanjungpinang.

Serta di depan pengisian bensin Batu 10, di lanjutkan ke arah Ganet. Dilanjutkan di jajanan makanan di depan Pinang Lestari sampai ke Air Raja. Tim petugas mengambil 28 sampel makanan yang juga diambil secara acak.

Rustam menuturkan, pengambilan sampel yang diperiksa untuk memastikan makanan atau jajanan yang dijual aman. Selain itu, di sela-sela kunjungan tim juga memberikan edukasi interaktif atau berkomunikasi dengan para pedagang terkait berbagai hal. Di antaranya pemilihan bahan makanan yang akan diolah, cara pengelolaan, penggunaan bahan makanan termasuk pengawet, pewarna, pemanis dan sebagainya.

Penyajian makanan yang aman termasuk dengan menutup, menghindari dari gangguan lalat, kebersihan diri pengelola makanan termasuk dengan pemakaian bungkus plastik yang benar. Serta menjaga lingkungan dengan bersih agar tetap sehat. (DESI-ABAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here