Taksi Disarankan Pakai Aplikasi

0
483
Komisi III DPRD Kepri saat mendatangi kantor Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub beberapa waktu lalu.f-istimewa

BATAM – Kuota alokasi taksi online 300 unit di Batam diminta untuk ditambah agar menutupi kebutuhan warga yang menginginkan taksi online. salah satunya dengan menyarankan taksi konvensional hijrah ke taksi online. Taksi-taksi yang masih layak sisi umur, izin jalan dan kondisi baik, disarankan menjadi taksi online. Sehingga, walau hanya 300 unit diizinkan taksi online, namun bisa ditambah taksi konvensional yang jadi taksi online.

”Untuk menutupi kebutuhan online di Batam, semua taksi plat kuning yang layak, kita sarankan masuk aplikasi (online),” jelas Kepala Dinas Perhubungan Batam, Yusfa Hendri, Senin (19/3) di Batam.

Baca Juga :  Pemko Lelang Jabatan Direktur BUP

Dicontohkan, jika taksi yang layak 1.500-an unit dan masuk jadi taksi online, ditambah 300 unit kuota taksi online diluar itu, maka 1.800 unit taksi yang memakai aplikasi. Saat ditanya pendapatnya jika kekurangan taksi online ditutupi dari taksi online yang belum terakomodir di 300 unit itu, Yusfa menyebut lebih memilih taksi konvensional dulu. Selebihnya, pihaknya menunggu hasil studi yang dilakukan Dishub Pemprov Kepri saat ini.

”Tapi nanti kita lihat hasil kajian dulu. Kalau hasil kajian kebutuhan taksi online di Batam 3.00?0 taksi dan dan sekaranga da 300 unit. Ditambah 1.500 dari taksi konvensional yang pindah ke online, maka sudah 1800 unit. Berarti kurang 1200 lagi,” katanya .

Baca Juga :  Batam Dilanda Kekeringan Air

Sebelumnya, Kadis Perhubungan Provinsi Kepri, Zamhur Ismail mengatakan, jalan yang akan ditempuh kedepan dalam pembenahan taksi di Batam, dengan perubahan status. Taksi konvensional disebutkan akan diubah menjadi taksi online. ”Intinya, kouta taksi konvesional dijalanan di Batam tidak akan diganggu saat mereka berahli ke online. Contoh, kouta taksi konvensional di Batam 2 ribu. Maka sejumlah itu bisa berpindah ke online. Mereka khusus,” tegasnya.

Kuota taksi konvensional tidak akan diganggu bahkan bisa pindah ke online. Berbeda dengan taksi online saat ini yang dibatasi hanya 300 unit. ”Saat rapat, mereka sudah menyatakan, ada niat seperti itu (pindah ke aplikasi),” imbuh Jamhur.

Baca Juga :  UAS Satukan Pejabat BP dan Pemko

Sementara Wakil Wali Kota Batam, Amsakar mengatakan, mereka mendukung keputusan Dishub Kepri yang mengakomodir taksi online, karena kebutuhan. Tapi taksi aplikasi ditegaskan, harus bersedia mengakomodir taksi konvensional. ”Jadi taksi konvensional akan menjadi bagian taksi online. Solusi ini menjadi bagian jalan tengah atas keributan yang terjadi,” harap Amsakar.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here