Taksi Online Diajukan 1.625 Unit

0
694
MOGOK: Ribuan unit taksi mogok karena sopirnya demo di Batamcenter, belum lama ini. f-martua/tanjungpinang pos

BATAM – Tak online wajib mengantongi izin usaha angkutan khusus pasca pemberlakuan Peraturan Menteri Perhubungan RI nomor 108 tahun 2017. Dalam hal ini di Batam, tiga usaha taksi online mengajukan izin ke Dinas Perhubungan Kepri. Ketiga usaha angkutan itu mengajukan 1.625 unit mobil untuk dijadikan taksi online.

Direktur PT Citra Sejati, Sawir mengatakan, pihaknya sudah mengajukan izin operasi ke Dinas Perhubungan Kepri beserta kuota taksi online. PT Dwifa Citra Segata sendiri mengajukan untuk mendapat izin, 625 unit taksi online. Selain itu, ada PT Suluh sebanyak 500 unit dan Koperasi Jasa Trans Usaha Bersama mengajukan 500 unit taksi online. ”Jadi kita mengajukan untuk mendapat izin jadi taksi online sebanyak 1.625 unit,” ungkap Sawir di Batam, Selasa (7/11).

Terkait jumlahnya yang cukup besar, menurutnya sesuai dengan permintaan mobil yang ingin dijadikan taksi online. Selanjutnya, pihaknya menyerahkan keputusan ke Dishub Kepri soal jumlah taksi online yang akan disetujui. ”Yang penting diajukan. Berapa disetujui, tergantung Dishub. Kita menunggu tanggal 15 akan dikeluarkan izin,” sambungnya.

Diakuinya, pihaknya sedang ke Dishub Kepri untuk mengurus perizinan itu, sehingga dapat dikeluarkan izin, sesuai target dicanangkan. ”Pak Novri yang kemarin mewakili dinas, bilang, tanggal 15 akan dikeluarkan izin prinsip. Setelah itu, baru izin usaha angkutan khusus,” sambungnya.

Nantinya, mobil yang disetujui beroperasi sebagai taksi online, harus menggunakan lambang dari perusahaan mereka bernaung. Sebelum izin operasi keluar, pihaknya tetap tidak beroperasi.

”Kami berpegang teguh pada peraturan Menhub. Sekarang belum bisa beroperasi. Tapi kita optimis, karena sudah dijanjikan jika pemerintah akan hadir di tengah-tengah kita,” harapnya optimis.

Disebutkan, saat ini Dishub masih sedang membahas perizinan. Namun diklaim jika izin tiga perusahaan yang mengajukan izin taksi online itu, sudah lengkap.  ”Persyaratan tiga perusahaan ini sudah lengkap semua. Kita tinggal menunggu izin dikeluarkan,” imbuhnya mengakhiri.

Sebelumnya, Kadishub Kepri, Zamhur Ismail menegaskan jika sesuai aturan, Pemprov Kepri melalui Dishub, berhak mengeluarkan izin operasi taksi berbasis aplikasi atau online. Namun, izin tidak serta merta diberikan. Melalui rapat instansi pemerintah, dewan dan pengelola taksi, Zamhur menegaskan sikap Pemprov.

”Saya menggarisbawahi dua hal. Pertama, semua taksi, apakah online atau konvensional, harus memiliki izin. Apabila tidak ada izin, berarti ilegal,” tegasnya.

Diingatkan, sampai saat ini, dalam memberikan izin, Dishub mengacu pada Permen 108 2017 yang akan berlaku mulai besok (hari ini). Namun ditegaskan, Dishub Kepri akan memperhatikan benar, tentang kuota. Hal ini diakui, agar pihaknya tidak salah mengambil langkah yang akan menimbulkan masalah berkepanjangan.

”Soal taksi online, terkait masalah kuota. Kalau misalnya Batam butuh 3 ribu taksi dan taksi pangkalan sekarang, sudah ada sekitar 2.800-an, berarti taksi online hanya bisa 200 unit,” jelas Jamhur.

Ditegaskannya, antara kuota dan jumlah taksi yang tersedia, tidak boleh lebih. Jika lebih, maka Dishub melanggar. Dengan demikian, nasib izin taksi online ke depan, tergantung dari jumlah taksi pangkalan dan kebutuhan taksi di Batam. ”Jika taksi konvensional tiga ribu dan kebutuhan taksi tiga ribu, berarti satupun tidak boleh ada taksi online,” tegasnya.

Terkait kuota ini, pihaknya belum menentukan, karena belum dilakukan kajian. Mereka akan melakukan kajian dan merumuskan kuota yang kemudian disepakati semua pihak dan kesepakatan ditandatangani.

Tergantung kebutuhan per daerah. Kuota berasarkan kajian atas kebutuhan. Demikian dengan tarif atas dan bawah, berdasarkan kajian. ”Jadi sebelum ada kajian dan kuota, tidak ada izin yang akan dikeluarkan,” tegasnya mengakhiri. (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here