Takut Dipanggil Jaksa, Mobdis Dewan Dikembalikan

0
271
Sekda Tanjungpinang Riono saat mengecek mobil dinas dewan y ang sudah dikembalikan, Senin (29/1). f-ist/humas Pemko Tanjungpinang

SENGGARANG – Karena tak mau berurusan dengan jaksa daari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang, akhirnya 24 unit mobil operasional anggota DPRD) Kota Tanjungpinang sudah dikembalikan semua ke Pemko Tanjungpinang.

Puluhan mobil dari berbagai jenis itu kini berjejer rapi di parkiran halaman kantor Wali Kota Tanjungpinang, Senggarang, (29/1).

Sekretaris Daerah Kota (Sekda) Tanjungpinang, Riono mengatakan, puluhan kendaraan dinas anggota DPRD tersebut telah dikembalikan ke Pemerintah Kota Tanjungpinang, setelah diberlakukan Peraturan Pemerintah Nomor. 18 Tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Administrasi DPRD.

Dua anggota DPRD selama ini tidak pernah mengunakan mobil dinas, yakni Beni politisi dari PKPI dan Reni dari Hanura.

Tiga unsur pimpinan dewan, hanya Ahmad Dani dari Hanura mengembalikan karena tidak sesuai kondisi mobilnya untuk seorang unsur pimpinan. Unsur pimpinan lainnya seperti Suparno dan Ade Angga tetap mengunakan mobil dinas (mobdis) sesuai aturah yang berlaku.

”Semua mobil operasional dari anggota dewan sudah dikembalikan ke pemerintah Kota Tanjungpinang,” kata Riono, saat mengecek satu persatu mobil dinas tersebut.

Kata dia, pengembalian mobil dewan ini, sudah sesuai peraturan yang sudah ditentukan bahwa anggota dewan sudah menerima tunjangan transportasi. Jadi kata Riono, tidak ada alasan lagi para anggota DPRD tidak mau mengembalikan mobil dinasnya. Kecuali, tiga pimpinan DPRD tetap difasilitasi kendaraan.

”Dari 30 anggota dewan, 3 orang pimpinan DPRD tetap difasilitasi,” ujar Sekda, Riono. Sambung Riono, setelah mobil operasional anggota legislatif ini dikembalikan, akan dilakukan pengecekan fisik kendaraan.

”Bagi yang layak akan kita fungsikan untuk mobil kendaraan pejabat,” tegasnya.

Mobil yang tidak layak, akan diperbaiki terlebih dahulu, sebelum diserahkan ke pejabat. Masih banyak pejabat tidak memiliki mobil operasional untuk mendukung kegiatan di lapangan.

Ia mencontohkan, salah satu penggunaan untuk pimpinan-pimpinan Puskesmas, yang memang membutuhkan kendaraan.

Misalnya, dalam keadaan darurat, mereka butuh mobil untuk membawa pasien yang sakit dan sebagainya, kebetulan mobil Ambulance tidak sedang ada di Puskesmas.

”Mereka pun tidak punya mobil, kadang-kadang sampai meminjam mobil pick up untuk membawa pasien ke rumah sakit. Dengan adanya mobil ini nantinya, mudah-mudahan dapat membantu mereka,” ucap Sekda Riono.

Selain itu, kata Sekda, beberapa OPD yang sudah mengajukan untuk menambah kendaraan operasional.”Ke depan, kita akan coba bentuk tim untuk meneliti mobil-mobil yang kira-kira sudah bisa dilakukan pemusnahan aset,” tegasnya. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here