Takut Dipenjara, Ahui Bayar Rp150 Juta

0
710
Ahui saat menjalani sidang vonis di Pengadilan Negeri Tanjungpinang.f-raymon/tanjungpinang pos

Kasus Pengoplosan Beras Bulog

Bos Minimarket Pinang Lestari Bintancentre Tjeng Hui alias Ahui yang divonis Pengadilan Negeri bersalah dan didenda Rp150 juta memilih akan membayar denda. Jika tak membayar denda Ahui akan dipenjara selama sebulan.

TANJUNGPINANG – Ahui dikabarkan akan membayar denda pada Senin (22/1) mendatang. Pengusaha sembako ini juga beruntung karena barangnya tidak disita oleh negara. Barang bukti yang sempat disita penegak hukum berupa 577 karung beras merek Bulog dengan berat 50 Kg, 169 karung Roda Emas seberat 50 Kg, beras Kita 58 karung dengan berat 50 Kg dikembalikan ke terdakwa.

Penanganan hukumnya juga “istimewa”. Ahui yang sempat ditahan selama tujuh hari di Polres Tanjungpinang, kemudian berubah menjadi tahanan rumah. Selama proses sidang berlangsung tidak ditahan hanya tahanan rumah saja. Sidang vonispun dilakukan di malam hari.

Baca Juga :  KKP Bagi Takjil Sambil Menghimbau Penumpang

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ricky Trianto menyebutkan pembayaran denda sebesar Rp 150 juta akan dibayar oleh terdakwa pada Senin mendatang. Belum diketahui apakah terdakwa akan langsung membayar ke kas negara atau dibayar melalui Kejati kemudian di setor kembali ke kas negara.

”Kita masih menunggu petunjuk dari pimpinan,” katanya Kamis (18/1).

Ricky menjelaskan, saat ini status Ahui sebagai tahanan rumah belum dicabut oleh Kejari Tanjungpinang. Dikarenakan penuntut umum belum memperoleh salinan putusan dari Pengadilan Negeri Tanjungpinang.

Menurutnya, setelah menerima salinan putusan dari Pengadilan Negeri Tanjungpinang dan melewati masa pikir-pikir selama 7 hari dan menunggu petunjuk pimpinan baru penuntut umum menentukan sikap.

”Nanti pada Senin mendatang baru menentukan sikap, apakah kita menerima hasil putusan atau banding,” ujarnya.

Sebelumnya, mejelis hakim Santonius Tambunan, Monalisa Siagian dan Acep Sopian Sauri di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Senin (15/1) malam.Dalam putusannya, majelis hakim menyatakan, pelaku usaha dilarang memproduksi dan atau memperdagangkan barang dan jasa yang tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dalam ketentuan perundang-undangan, sebagaimana melanggar pasal 62 ayat (1) jo pasal 8 ayat (1) UU RI nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. ”Menjatuhi hukuman denda sebanyak Rp150 juta, subsider 1 bulan penjara,” katanya.

Baca Juga :  Telukkeriting Bakal Kinclong

Sementara itu, barang bukti berupa beras 577 karung merek Bulog dengan berat 50 Kg, 169 karung Roda Emas seberat 50 Kg, Beras Kita 58 karung dengan berat 50 Kg dan satu unit truk merk Dyna dikembalikan kepada terdakwa. ”Karena di dalam persidangan beras-beras tersebut dibeli secara legal, artinya dibeli secara sah, dan beras tersebut masih tersegel sehingga dapat dipastikan bahwa itu bukan beras oplosan sehingga dikembalikan kepada terdakwa,” paparnya.

Sedangkan untuk barang bukti beras, bertuliskan merk Bulog Premium 5 Kg dalam kemasan yang belum dipres ada 30 karung, 873 yang sudah dikemas dan dipres dengan ukuran 5 Kg, 11 bungkus yang didapat dari Swalayan Pinang Lestari dan 9 karung ditemukan di gudang dirampas untuk negara, karena barang bukti itu masih memiliki nilai ekonomis. ”Seluruh alat-alat yang digunakan untuk mengoplos beras dimusnahkan,” ucapnya.

Baca Juga :  Mayoritas PJU Tak Berfungsi

Atas putusan ringan itu, terdakwa menyatakan menerima, sedangkan jaksa penuntut umum (JPU) Ricky Triyanto yang sebelumnya menuntut 1 bulan penjara atau denda sebesar Rp 200 juta menyatakan pikir-pikir selama 7 hari.(RAYMON)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here