Takut Gagal, UNBK Tak Diterapkan

0
482
PELAJAR saat mengikuti tes minat dan bakat oleh pihak perusahaan minyak Medco E&P.F-ISTIMEWA

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Anambas sudah memiliki niat untuk melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun ini.

ANAMBAS – Niat baik tersebut sudah dimulai sejak beberapa tahun yang lalu. Namun, niat tersebut tidak diimbangi dengan tekad dan upaya yang nyata. Sehingga, sampai sekarang ini UNBK untuk tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) ke bawah di Kabupaten Kepulauan Anambas belum terealisasi.

Ujian Nasional di Anambas masih menggunakan cara manual atau Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP). Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Disdikpora Mustajab menjelaskan, untuk merealisasikan UNBK cukup menghabiskan banyak biaya.

Baca Juga :  Dari Singapura Bisa ke Anambas

Pasalnya, sekolah harus memiliki sarana dan prasarana yang memadai seperti komputer dan jaringan internet. ”Untuk melaksanakan UNBK butuh biaya yang besar,” jelas Mustajab, kemarin.

Ia mengungkapkan, alasan tersebut tidak relevan karena sesungguhnya untuk sejumlah SLTP di Anambas sudah ada yang memiliki komputer yang cukup dan jaringan internet juga sudah bagus. Jaringan internet itu, setelah ada bantuan internet dari pemerintah pusat.

Seperti SMP Negeri 1 dan 2 Siantan, sudah memiliki komputer yang memadai dan jaringan yang bagus. Kekurangannya, sekolah tersebut belum memiliki server. Dengan anggaran sebesar 20 persen dari total APBD Anambas Tahun 2018 yakni sekitar Rp 900 miliar, maka anggaran Disdikpora bisa mencapai Rp 180 miliar. Ini sangat mustahil, terkait tidak dapat membeli server yang dibutuhkan.

Baca Juga :  Petani Terima Bantuan Alat Pertanian

Dengan anggaran tersebut, sampai saat ini pihak Disdikpora Kabupaten Kepulauan Anambas belum memiliki persiapan untuk merealisasikan UNBK. Mustajab mengucapkan, butuh biaya besar untuk merealisasikan UNBK. Namun, ketika ditanya mengenai jumlah biaya yang dibutuhkan dirinya mengaku tidak tahu. Bahkan, harga server yang dibutuhkan untuk dua sekolah percontohan juga belum tahu.

”Kita belum tahu biayanya, kami belum siap untuk melaksanakan UNBK,” katanya. (INDRA GUNAWAN)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here