Taman Budaya Raja Ali Haji Tak Terawat

0
807
Rumput tumbuh subur di sambing rumah adat di Taman Budaya Senggarang.f-nopiyah/mahasiswa mangang

TANJUNGPINANG – Kondisi Taman Budaya Raja Ali Haji di Senggarang, Kecamatan Tanjungpinang Kota sangat memperihatinkan.

Tahun 2017 lalu, kembali dianggarkan Rp1,2 miliar untuk renovasi rumah adat tersebut. Tapi kondisi sekarang semakin parah.

Pasalnya Pemko Tanjungpinang tidak lagi mengurus taman yang memiliki tujuh bangunan rumah adat dan miniatur masjid tersebut. Akibatnya lokasi tersebut sering dijadikan tempat maksiat baik mesum maupun pesta miras bagi anak muda.

Pantauan di lapangan Rabu (21/11), kondisi taman budaya seperti tidak terurus. Pintu rumah adat terbuka, isinya kantong plastik, botol minuman hingga puntung rokok berserakan di lokasi rumah adat tersebut.

Lahan yang digunakan untuk taman itu tampak bersemak dan rumputnya sudah tinggi. Bahkan rumah adat Melayu, Batak, Minang, Jawa (Joglo), Cina, Bugis dan miniatur masjid Sultan Riau Penyengat tak terawat dengan baik. Dalam rumah adat tersebut kotor.

Awalnya, Taman Budaya ini dibangun sebagai tempat wisata baru di Kota Tanjungpinang. Namun, dalam perjalanannya taman yang tak jauh dari kantor Walikota Tanjungpinang dan Rumah Dinas Walikota, Wakil Walikota dan Ketua DPRD, Wakil Ketua DPRD Kota mangkrak.

Baca Juga :  Penataan Teluk Keriting Tak Pakai Reklamasi

Rumah adat mangkrak. Pasalnya, rumah adat berada di Taman Raja Haji Fisabilillah berlamat di Senggarang, tak kunjung digunakan atau dimanfaatkan oleh Pemko Tanjungpinang.

Tahun lalu, renovasi rumah adat Jawa atau Joglo menelan anggaran sekitar Rp 74,9 jutaan.

Ruslan, warga Tanjungpinang prihatin melihat taman budaya yang dibangun, dengan maksud baik, tapi tidak dimanfaatkan oleh pemerintah. Bahkan, taman tersebut tidak lagi di jaga oleh Satpol PP Tanjungpinang. ”Sayang betul dibiarkan rumah adat begitu saja. Sudah banyak biaya yang dihabiskan untuk pembenahan rumah adat tersebut,” kata Ruslan, salah satu warga Tanjungpinang kepada Tanjungpinang Pos, Rabu (21/11).

Ruslan yakin, kalau rumah adat dibiarkan cukup lama bakal hancur seperti sebelumnya. Sebelumnya, atap rumah berkarat, dinding bangunan rumah adat penuh coretan yang tidak mendidik, pintu serta jendela kayu dan plafon rusak parah hingga hilang.

Baca Juga :  Kapolres Minta Masyarakat Bijak Bermedsos

Selain itu, lokasi rumah adat sering dijadikan tempat mabuk hingga mesum. Pasalnya, kalangan remaja paling suka berkunjung di lokasi pada siang hingga malam hari.

Kedatangan remaja berkumpul hingga menikmati minuman alkohol (mikol). Karena sering ditemukan pecahan botol di lokasi rumah adat. Kemudian, juga ditemukan bungkus obat komix sebagai obat untuk mabuk.

”Kalau sudah berduaan ditempat gelap, pastilah berbuat yang tidak wajar. Ya, gitulah anak remaja zaman sekarang suka gelap-gelapan,” sebut dia.

Ia berharap kepada pemerintah untuk segera manfaatkan rumah adat tersebut. Sehingga rumah adat yang dibangun oleh pemerintah menjadi daya tarik wisatawan untuk datang ke Senggarang. Baik itu wisatawan dalam negeri maupun luar negeri.

”Kalau ramai datang, pasti berdampak pada masyarakat. Salah satunya masyarakat yang memiliki usaha, seperti jualan minuman hingga makanan di Senggarang. ya, terbantu ekonomi saudara kita di Senggarang ini,” terangnya.

Baca Juga :  Sarang Burung Walet Marak, Nihil PAD

Sementara itu, Kepala Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman Kebersihan dan Pertamanan (Disperkim) Kota Tanjungpinang, Amrialis mengatakan, pihaknya tidak bisa merawat rumah adat tersebut. Pasalnya, tidak ada anggaran untuk merawat rumah adat tersebut.

”Tahun 2018 inikan tidak ada anggaran perawatan (rumah adat, red),” ucap Amrialis.

Meskipun tidak bisa merawat bangunan, Amrialis mengklaim, pihaknya selalu mengerahkan petugas Disperkim Kota Tanjungpinang untuk membersihkan sekitaran rumah adat. Salah satunya memotong rumput di lokasi rumah adat tersebut.

”Kita sedang ajukan untuk tahun 2019 nanti. Ini belum tahu dipenuhi atau tidak,” singkat dia sambil mengaku menghadiri rapat di Senggarang. (dri/rizky/risky)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here