Taman Gurindam Longsor

0
271
Kendaraan melintas di kawasan Taman Gurindam Tepilaut yang longsor, Jumat (14/12). f-raymon/tanjungpinang pos

Hujan deras yang melanda Tanjungpinang tak hanya mengakibatkan banyaknya pemukiman warga yang banjir. Hujan juga menyebabkan batu miring Taman Gurindam Tepilaut longsor.

TANJUNGPINANG – Hujan juga mengakibatkan pagar Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Balai Latihan Kerja (BLK) Pemprov Kepri di Batu 8 Tanjungpinang longsor.

Hingga kemarin, dinas terkait belum menangani insiden tanah longsor tersebut. Warga diminta tetap hati-hati saat melintas di kawasan tersebut. Karena, tidak terkait belum melakukan perbaikan dengan alasan tidak ada anggaran.

Pantuan lokasi, hanya ada polisi yang berjaga-jaga di lokasi tersebut. Polisi mengatur kendaraan agar berhati-hati saat melintas d kawasan tersebut.

Batu miring Taman Gurindam di Tepilaut longsong diduga tidak mampu menahan tekanan curah hujan. Taman ini sudah dibangun tahun 1990-an.

Batu miring yang longsor dengan tinggi sekitar tiga meter dan lebar lima meter tampak bahan material dari batu granit terlihat bertaburan hingga turun ke jalan.

Kondisi ini sangat menghawatirkan para pengguna jalan yang melintasi Jalan Hang Tuah tepilaut di kawasan itu. Terutama pada saat turun hujan deras batu miring ini akan mengalami longsor kembali. Zahfran pengendara sepeda motor menuturkan, agar pemerintah  memprioritaskan pembangunan batu miring. Karena jika dibiarkan, sangat dikhawatirkan bagi para pengendara.

”Segera lah di tangani dan di perbaiki agar masyarakat bisa merasa aman saat berkendara,” katanya Jumat (14/12).

Lanjutnya, batu miring ini sangat berguna untuk membangun kembali batu mereng penopang jalan dan bangunan tulisan Taman Gurindam. Jika tidak segera di perbaiki, bangunan dan jalan diatasnya akan ambruk dan bisa menelan korban jiwa.

”Kalau itu yang ikut longsong tentu material bisa jatuh sampai jalan raya,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Tanjungpinang Ade Angga minta kepada dinas terkait segara melakukan menanggani, supaya tidak meluas.

”Unsur pimpinan DPRD sudah memerintahkan agar Komisi III turun langsung ke lokasi,” kata Ade Angga.

Sambung dia, jangan sampai ada korban jiwa, dan pemerintah kota baru bertindak. ”Pemerintah harus mengunakan anggaran darurat atau tak terduga untuk menanggani agar longsornya tidak meluas,” ujarnya.

Ia juga mengharapkan, agar dinas terkait, baik Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perumahaan dan Pertamanan dan Dinas Perhubungan turun ke lokasi. Supaya, bisa memutuskan apakah jalur tersebut baiknya ditutup sementara, sambil menunggu perbaikan.

”Sekarang masih musim hujan, tanah banyak tak labil. Kalau jalan tidak ditutup, kita khawatir saat turun hujan lagi, tanah tersebut longsor kembali,” kata Ade Angga.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Tanjungpinang, Hendri mengatakan, taman tersebut sudah dibangun tahun 1990-an. Karena, sudah jadi taman, maka yang menangganinya adalah Dinas Perumahaan Rakyat, Kawasan Pemukiman, Kebersihan dan Pertamanan.

”Kita akan berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Pak Amrialis,” kata Hendri.

Kemudian, Amrialis mengatakan belum bisa mengatasi Taman Gurindam. Alasannya, dinas tersebut tidak memiliki anggaran untuk penanganan longsor yang sudah terjadi di Taman Gurindam.

”Anggaran tidak ada,” kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman Kebersihan dan Pertamanan (Disperkim) Kota Tanjungpinang, Amrialias kepada Tanjungpinang Pos, Jumat (14/12).

Amrialias mengatakan, pihaknya langsung mengirim surat ke Walikota Tanjungpinang, H Syahrul, terkait belum ada anggarannya. (RAYMON-ABAS-ANDRI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here