Taman Gurindam Masih Aset Bintan

0
462
Tanah longsor di Taman Gurindam Tepilaut masih ditutup terpal hingga Senin (17/12). f-Andri Dwi S/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Masih banyak aset milik Kabupaten Bintan yang ada di Tanjungpinang, belum diserahkan ke Pemko Tanjungpinang. Bukan hanya aset ekonomis seperti ruko yang ada di Pasar Baru, kantor yang ditempati dinas masih seperti Dinas Perizinan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, termasuk kantor Eks DPRD Bintan, sifatnya pinjam pakai. Bahkan Taman Gurindam yang longsor, juga masih milik aset Pemkab Bintan.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman Kebersihan dan Pertamanan (Disperkim) Kota Tanjungpinang, Amrilias mengatakan Taman Gurindam yang longsor, hingga kemarin belum diperbaiki.

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, sambung dia pemerintah daerah menutup lokasi tanah longsor dengan terpal.

Ia juga mempertanyakan aset Taman Gurindam berada di Tepilaut Tanjungpinang, karena hingga kemarin, belum pernah diserahkan ke Pemko Tanjungpinang.

”Bukan kita tidak mau tangani. Tapi, aset itu punya siapa,” kata Amrialis kepada Tanjungpinang Pos, Senin (17/12).

Sambung dia, kalau Taman Gurindam punya Kota Tanjungpinang, tegas Amrialis, pasti Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman Kebersihan dan Pertamanan (Disperkim) Kota Tanjungpinang akan melakukan perbaikan.Tapi, pihaknya butuh anggaran untuk menangani taman tersebut.

”Kalau sekarang, kita tidak punya anggaran,” terang dia.

Mantan Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Tanjungpinang ini, tidak mengetahui adanya perubahan nama dari Taman Rekreasi menjadi Taman Gurindam. Atas pengetahuannya, dulu namanya Taman Rekreasi.

Taman Rekreasi dan sekarang Taman Gurindam masih aset milik Kabupaten Bintan. Jadi, belum ada penyerahan aset taman dari Kabupaten Bintan ke Pemko Tanjungpinang.

”Kita juga harus koordinasi dengan Pemkab Bintan. Taman Gurindam masih aset Bintan, meskipun berada di Tanjungpinang,” ujarnya.

Kalau sudah ada, terang dia, pastilah ada bukti berkas penyerahan aset taman tersebut. Pasalnya, di Disperkim Kota Tanjungpinang tidak ada ditemukan berkas penyerahan aset tersebut. ”Saya minta status taman harus dikejar. Karena status aset itu harus jelas. Memang taman itu ada diwilayah Kota Tanjungpinang,” ujarnya. (dri)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here