Taman Revolusi Mental Dipenuhi Sampah

0
487
TERSEDIA LAYAR: Taman revolusi mental juga disediakan layar yang dapat digunakan untuk menonton. F-Andri Dwi S/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Taman Revolusi Mental di kawasan Bintan Center (Bincen) seperti tak terawat. Sebab kini dipenuhi banyak sampah dan rumput atau ilalang yang tinggi.

Pantauan Tanjungpinang Pos, Minggu (17/9), terlihat daun kering, smapah berserakan yang membuat mata tak nyaman memandang.
Sampah tersebut jenis plastik, gelas minuman san bungkus makanan ringan di taman tersebut.

Dengan kondisi seperti itu, Susanto warga Batu X tersbeut mengaku prihatin. Padahal taman yang dibangun dengan angka ratusan juga tersebut harusnya di rawat dengan baik. Kondisi lingkungan harus bersih agar mengundang masyarakat datang.

Jika kondisi Taman Revolusi Mental seperti saat ini, diyakini masyarakat enggan untuk datang bersantai, apalagi menjadi lokasi berdiskusi bagi siswa atau pelajar seperti yang diinginkan Wali Kota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah belum lam aini. ”Kurang diperhatikan. Sudah banyak sampah, dibiarkan pulak. Kalau sudah ada yang rusak, baru sibuk diperbaiki dari anggaran masyarakat,” kata Susanto saat berbincang dengan awak media ini di Terminal Sungai Carang.

Terkait kebersihan, ia berharap Pemko melalui dinas terkait sigap. Terutama kawasan tempat bersantai bagi masyarakat. Ia menilai fasilitas juga kurang bagus, itu terlihat dari tempat duduk yang disediakan. ”Jangan sia-siakan bangunan yang sudah dibangun. Minimal harus segera difungsikan dan diperhatikan dinas terkait jangan dibiarkan begitu saja,” ucap dia.

Fasilitas percontohan ruangan terbuka publik-revolusi mental yang dikerjakan CV Nabila Permata, belum diserahkan ke Pemko Tanjungpinang. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman Kebersihan dan Pertamanan Kota Tanjungpinang, Amrialis. ”Belum ada diserahkan ke kita. Kalau diserahkan ke kita, akan di rawat dan dapat segera difungsikan,” ucap Amrialis.

Mantan Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Tanjungpinang ini, tidak tau kegunaan serta manfaat fasilitas yang dibangun menghabiskan anggaran sebesar Rp 480.018.000.  ”Kita tidak tau apa kegunaannya karena belum ada diserahkan ke Pemko. Jika sudah diserahkan baru kita tau kegunaan taman tersebut,” sebut dia.

Berbeda dengan Lis yang sejak awal mengingakan lokasi tersebut bisa menjadi tempat santai bagi keluarga. Bahkan bisa dimanfaatkan siswa atau pemuda sebagai tempat diskusi belajar dan sesekali bisa menonton flim pendidikan serta lainnya karena disediakan layar. Dengan tujuan itu, maka pebangunan melalui APBN tersebut terlaksana dan berharap segera dimanfaatkan.(ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here