Tambelan Disebut Zona Merah, Masyarakat Jangan Panik

0
154

TAMBELAN – Kecamatan Tambelan disebut masuk dalam zona merah, setelah ditemukan 2 kasus positif Covid-19 di wilayah tersebut. Dari dua kasus positif itu, seorang merupakan anggota Polri yang berdinas di PolsekTambelan. Seorang lagi, warga Pulau Pengikik yang kini dirawat di Kalimantan.

Dokter Gama F Isnaeni, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Bintan membenarkan
adanya 2 kasus Covid-19 tersebut. Menurutnya, seorang dari dua kasus itu laki-laki usia 22 tahun, yang kini dirawat di RSUP Raja Ahmad Tabib, Tanjungpinang. Sedangkan yang seorang lagi merupakan perempuan berusia 29 tahun. Kini, keduanya sudah ditangani secara medis.

Baca Juga :  Bintan Timur Juara Umum

”Yang perempuan itu, masuk laporan di Kalimantan Barat, karena dirawat di Singkawang,” ungkap dr Gamma, Selasa (26/5).

”Tambelan zona merah, aktivitas beribadah berjemaah ditiadakan, dan ibadah dirumah masing-masing. Kami minta juga patuhi surat edaran Bupati Bintan. Saya sudah lapor, juga bahas dengan MUI provinsi soal ini,” jawab Gama, Selasa (26/5).

Terpisah, Hasan Basri Camat Tambelan yang dikonfirmasi mengatakan, dua temuan Covid-19 di Tambelan sudah ditangani sejak sepekan lalu. 1 temuan yaitu seorang anggota Polri yang positif tanpa gejala (OTG). Dan seorang pasien lainnya dari Pulau Pengikik yang sakit sejak lama, dan dievakuasi ke Kalimantan karena lebih dekat dibandingkan ke Bintan.

Baca Juga :  Bupati Bintan Sediakan Hadiah Rp78 Juta

”Untuk penanganan dan pencegahan sudah kami lakukan sesuai protokol yang ada. Termasuk pemeriksaan pendatang yang akan masuk Tambelan, itu sudah harus isolasi diri dan kantongi surat keterangan kesehatan,” terang Hasan.

Meski demikian, seluruh Uspika, kata Hasan, telah melakukan berbagai upaya yang tidak membuat warga panik dan takut atas temuan kasus tersebut. Seperti larangan ibadah berjemaah, berjualan, kedai kopi dan rumah makan dilakukan secara persuasif. Sehingga suasana di Tambelan tidak mencekam.

”Kami sejauh ini koordinasi dan persuasif, karena kami tak ingin masyarakat panik atau suasana mencekam, justru itu akan membuat suasana semakin tidak kondusif. Tetapi kalau kita semua tenang, maka penanganan memutus mata rantai penyebarannya akan mudah,” sebutnya.

Baca Juga :  Gandeng Trabaser, Dispar Siap Sambut Normal Baru

Sejauh ini, lanjutnya, beberapa orang dan lokasi di Tambelan juga dilakukan penanganan dan pengecekan kesehatan. Termasuk juga anjuran melaksanakan protokol kesehatan di masyarakat. (aan)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here