Tanah BLK Longsor Belum Diperbaiki

0
606
Runtuhan tembok BLK Provinsi Kepri dibiarkan hingga menutupi drainase berada di Jalan DI Panjaitan Km 8 Tanjungpinang.f-andri/tanjungpinang pos

Pemprov Kepri tidak menghiraukan tanah longsor di depan kantor Balai Latihan Kerja (BLK). Sudah 10 hari setelah longsor belum juga diperbaiki.

TANJUNGPINANG – Tanah longsor tersebut mulai menutupi drainase. Trainase yang tersumbat bisa menyebabkan air meluap sampai ke baur Jalan DI Panjaitan, Km 8 Tanjungpinang. Pemprov dinilai lambat untuk menangani tanah longsor tersebut. Berbeda dengan tanah longsor di Tanam Gurindam Tepilaut.

Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tanjungpinang, langsung turun menutup tanah longsor dengan terpal. Tujuannya, agar material tanah longsor tidak langsung ke jalan raya.

Baca Juga :  Warga Tiongkok Ditolak Masuk

Pembiaran tanah longsog di BLK sudah terjadi Jumat (7/12) pagi lalu.

Pantauan Tanjungpinang Pos, Selasa (18/12) pagi, runtuhan yang menutupi akses drainase tidak hanya batu miring BLK Provinsi Kepri saja. Tapi, tanah merah juga sudah memadati saluran drainase tersebut.

”Kita minta pemerintah untuk segera tangani runtuhan tembok itu,” kata Ijal yang mengaku tinggal di Jalan Pembakaran Mayat, Km 8 Atas Tanjungpinang.

Kalau tidak ditangani segera, yang dikhawatirkan baur jalan akan digenangi air hujan. Karena akses air hujan telah ditutup dengan tanah merah dan batu tembok BLK Provinsi Kepri.

Baca Juga :  Developer Nakal Bangun Rumah Tanpa IMB

Menurutnya, kalau sudah air tergenang, membahayakan pengendara yang sedang melintasi di Jalan DI Panjaitan, Km 8 Tanjungpinang.

Kemudian, lanjut dia, lebih membahayakan lagi, kalau tembok BLK kembali runtuh sampai ke baur jalan.

”Pasti batu-batunya ke jalan. Ini yang bahaya sekali. Kita sebagai masyarakat meminta pemerintah segera tangani runtuhan tembok itu. Jangan sampai makan korban,” harap dia.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Preservasi Jalan dan Pemeliharaan Jembatan Dinas PU Provinsi Kepri, Andoko menyampaikan, kalau dirinya baru mengetahui adanya musibah tembok BLK Provinsi Kepri runtuh. Karena, ia belum mendapatkan laporan dari dinas terkait.

Baca Juga :  Anak Punk Masih Banyak di Pinang

”Nanti, coba saya sonding dengan Satker Pelaksanaan Jalan Nasional atau PJN dulu,” singkat Andoko.(ANDRI DS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here