Tanam Bibit Terumbu Karang di Laut

0
145
MAHASISWA Stisipol Raja Haji kelompok KKN di Desa Landak, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas foto bersama pihak terkait pada kegiatan pembibitan terumbu karang. f-istimewa

Mahasiswa Stisipol Ajak Nelayan Jaga Ekosistem Laut Anambas

Mahasiswa-mahasiswi dari kampus Sekolah Tinggil Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Raja Haji Tanjungpinang bersama nelayan dan warga membibitkan terumbu karang di laut Anambas.

ANAMBAS – MAHASISWA juga mengajak masyarakat Desa Landak, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas untuk menjaga ekosistem terumbu karang.

Rusaknya ekosistem terumbu karang di Desa Landak menjadi perhatian serius bagi mahasiswa-mahasiswi Stisipol Raja Haji saat melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) beberapa waktu lalu.

Sementara masyarakat di Desa Landak sebagian besar merupakan nelayan yang berharap dari hasil laut.

Kerusakan itu terjadi karena ulah tangan manusia dengan cara meracuni ikan menggunakan zat kimia potasium.

Selain itu, menangkap ikan dengan menembak dengan menggunakan bahan peledak.

Hal itu ternyata sangat berdampak besar, terhadap kerusakan terumbu karang diwilayah Desa Landak.

Belum lagi faktor cuaca buruk seperti angin kencang dan arus laut yang kuat juga merusak terumbu karang di wilayah itu.

Riki Fernando, salah satu mahasiswa yang melaksanakan KKN bersama teman-teman mahasiswa lainnya sangat prihatin dengan kondisi itu.

Riki mengatakan, dengan persoalan itu maka kelompok KKN-nya berinisiatif melakukan sebuah pergerakan dengan berkolaborasi bersama aparatur Desa Landak.

Selain itu, juga mengajak Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Pemuda Pancasila serta Kelompok Konservasi Laut Desa Landak menggelar kegiatan pembibitan terumbu karang.

”Pembibitan itu, sebagai upaya untuk terus menumbuhkan dan menyehatkan kembali ekosistem terumbu karang yang telah rusak. Menurut kami sebagai mahasiswa, saat ini kondisinya belum terlambat. Jadi kami anggap aksi ini penting dilakukan,” terang Tilek’s, sapaan akrab Riki, Kamis (29/8).

Sebab, Desa Landak terpilih sebagai desa wisata di Kabupaten Anambas.

Selain itu, Anambas memiliki kesenian yang beragam dan wisata sejarah Gunung Datuk serta wisata bawah laut yang luar biasa.

Menurut Tilek’s, predikat Desa Landak sebagai desa wisata, ternyata masih belum dikelola secara maksimal.

Karena, lanjut dia, masih terdapat beberapa permasalahan yang terjadi pada wisata bawah laut karena terumbu karang mengalami kerusakan.

”Kami mengajak pihak terkait melakukan program pembibitan, dan penanaman kembali terumbu karang kembali di wilayah laut depan Pasir Panjang di Desa Landak.

Program ini dilakukan pada tanggal 19 Agustus 2019, sekaligus memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-74. Dalam proses penyelaman, dan pemetikan terumbu karang dipimpin oleh Azman, selaku perwakilan Kelompok Konservasi Laut Desa Landak, yang juga pernah melakukan pelatihan sebelumnya terkait penanaman terumbu karang.

kegiatan ini, juga dihadiri oleh pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Pemerintah Kabupaten Anambas yang sangat mengapresiasi kegiatan KKN Stisipol Raja Haji terkait hal ini. ”Jadi, sebanyak 40 terumbu karang yang kami tanam, sukses dilakukan dengan perlahan dan berhati-hati,” jelas Tilek’s.

Tilek’s menambahkan, penutupan kegiatan ini kami tutup dengan foto bareng di tengah laut di atas tumpukan terumbu karang yang rusak dan menggunung dikarenakan cuaca ekstrem.

Foto bareng ini, dilakukan dengan memegang bendera Merah Putih dan sepanduk mahasiswa KKN Stisipol Raja Haji.

Dalam program ini, mahasiswa memandang lautan adalah emas bagi masyarakat Desa Landak.

Karena pendapatan disektor laut sebagai nelayan, juga akan terganggu jika terumbu karang rusak karena berdampak pada jumlah habitat biota laut yang akan berkurang.

Selain itu, juga berpengaruh terhadap potensi wisata yang menjadi pendapatan yang baik bagi masyarakat desa landak.

Sekedar diketahui, nama besar pahlawan kebanggaan Tanah Melayu Riau yakni Raja Haji Fisabilillah, telah membangkitkan semangat anak negeri untuk meneladani nilai-nilai perjuangannya dalam wujud pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia melalui pendidikan. Sebab hanya melalui pendidikan bangsa ini dapat mencapai kemajuan dan mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain.

Semangat untuk mengembangkan aspek pendidikan dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia, khususnya anak Melayu, diaktualisasikan dalam aksi bukan hanya orasi, tapi dengan mendirikan Yayasan Raja Haji Fisabilillah oleh tokoh-tokoh masyarakat Kepri pada tanggal 12 Agustus 1998. Kemudian memperoleh Izin Terdaftar dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.(ADLY ‘BARA’ HANANI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here