Tanggal Lima, Bulan Lima, Lokalisasi Km 24 Telah ’Tiada’

0
296
ABDUL Manaf Ketua RT03 Toapaya Asri tersenyum, saat memberikan keterangan rencana penutupan lokalisasi Km 24, kemarin. f-yendi/tanjungpinang pos
Sebagian wanita muda dan cantik di kawasan Bukit Indah Km 24 Toapaya Asri, sudah ada yang mulai berkemas. Si hidung belang siap-siap ditinggalkan ’sefianya’. Lokalisasi Km 24 itu segera ditutup.

BINTAN – AKHIR-akhir ini, sejumlah kafe di beberapa blok kawasan lokalisasi Km 24, ramai dikunjungi si pria hidung belang. Mungkin, mereka sudah tahu. Tak lama lagi akan berpisah dengan sefianya.

”Ya buruan, kalau masih mau menikmati dunia gemerlap lokalisasi Bukit Indah di Km 24, Toapaya Asri. Masih ada waktu tersisa. Soalnya, kami mau pulang kampung. 24 ini sudah mau ditutup,” tutur seorang perempuan pelayan kafe, belum lama ini.

Ungkapan seorang dari puluhan PSK di lokalisasi Km 24 itu, bukan hanya sebatas guyonan. Selama ini, lokalisasi Km 24 sudah ’dicap’ akan ditutup oleh Pemkab Bintan, melalui Dinas Sosial Kabupaten Bintan. Hanya saja, untuk menutup lokalisasi tersebut, tak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu waktu dan proses.

”Iya, sekarang sudah putusan final. Lokalisasi Km 24 mau ditutup total,” kata Abdul Manaf, Ketua RW03, Kelurahan Toapaya Asri, Senin (25/3) kemarin.

Abdul Manaf merupakan Ketua RW yang bertanggung jawab terhadap kawasan lokalisasi Km 24. Bagi Abdul Manaf, penutupan lokalisasi sudah menjadi program pemerintah. Tapi, di kawasan Bukit Indah ada masyarakat umum. Jumlahnya mencapai 100 KK. Atau sekitar 450-an jiwa. Sedangkan PSK yang beraktivitas di beberapa kafe di kawasan Bukit Indah, saat ini berkisar 50-an orang perempuan.

Selama ini, masyarakat di kawasan tersebut mayoritas bergantung dari aktivitas kafe atau tempat hiburan. Tak bisa dipungkiri, usaha kafe dan perempuan sebagai pelayan kafe, menjadi pemikat untuk mendatangkan orang. Tak sedikit perputaran uangnya. Bayangkan, 100-an KK di Bukit Indah bisa membiayai keluarga dan pendidikan anak.

”Kalau perempuan di kafe itu sudah pulang kampung, perputaran uang sudah pasti terhenti. Solusi untuk pengalihan kerja warga di Km 24, yang mesti dipikirkan,” ujarnya.

”Warga sudah oke dan mau menutup total aktivitas hiburan di lokalisasi Km 24 ini,” sambungnya.

Tidak hanya warga di Bukit Indah, 50-an orang perempuan cantik dan muda sebagai sefia atau selingkuhan pria si hidung belang ini, juga bersedia kembali ke kampung halamannya. Dan takkan bakal kembali lagi, ke lokalisasi Km 24. Apalagi pemulangan mereka akan ditanggung oleh pemerintah.

”Kalau saya punya saran, kawasan Bukit Indah dijadikan kawasan penampungan para imigran, yang sudah ada kontrak dengan PBB. Kalau perlu, kawasan kami dibebaskan, palingan Rp12 miliar sampai dengan Rp15 miliar,” ujarnya.

Selanjutnya, uang pembebasan lahan dan bangunan yang ada, bisa dimanfaatkan warga untuk membuka usaha baru. Sebagian lagi, tentu digunakan untuk bangun rumah tempat tinggal. Sekarang, masih ada waktu bagi pemerintah, untuk mencarikan solusi yang terbaik untuk kelangsungan hidup warga.

”Kalau wanita penghibur di lokalisasi Km 24, mereka akan pergi setelah waktunya tiba. Tanggal lima, bulan lima (Mei, red) ini, lokalisasi Km 24 telah tiada, alias tutup total. Mau masih bertamu? Sekarang, masih buka kok,” demikian Abdul Manaf. (YUSFREYENDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here