Tanjungpinang Bakal Bedelau

0
865
Inilah market pembangunan di Tanjunginang mulai dikerjakan tahun ini. F-ISTIMEWA

Pembangunan Ibu Kota Matisuri
Mbs: Saya mau tanya dgn Pak Gubernur Kepri Nurdin Basirun. Apakah Tanjungpinang hidupnya harus begini saja. Pembangunan lambat pertumbuhan lapangan kerja pun tidak ada. Semakin lama pengangguran bertambah. Indikator ini dapat kita lihat dari pelabuhan karena pelabuhan adalah pintu gerbang kemakmuran suatu bangsa.

Oleh karena itu kenapa Pak Gubernur tak punya niat untuk melanjutkan pembangunan pelabuhan Tanjungmocco. Apalagi pelabuhan itu sudah memakan biaya puluhan miliar. Apa yang salah Pak Gubernur ini penting Pak ditelusuri kalau tidak sampai kapanpun Tanjungpinang tak akan berkembang.
+6281314992494

TANGGAPAN :
Terima kasih atas kritikannya.
Wajah Tanjungpinang akan diubah. Kesan kumuh perkotaan ini akan berganti menjadi kota yang modern. Tanjungpinang akan dibangun menjadi water front city.

Proyek Gurindam 12 yang digagas Pemprov Kepri atau sebelumnya disebut Proyek Jalan Lingkar akan dimulai tahun 2018 ini dengan dana awal sekitar Rp 110 miliar.

Pembangunan akan terus berlanjut hingga tiga atau empat tahun ke depan. Anggaran di Dinas Pekerjaan Umum Pemprov Kepri untuk Proyek Gurindam XII ini sekitar Rp 530 miliar.

Di luar anggaran yang melekat di Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Pemprov Kepri yang juga mencapai seratusan miliar. Total anggaran untuk Gurindam 12 ini bisa mencapai Rp 600 miliar secara bertahap.

Baca Juga :  Percepat Fungsikan SWRO

Gubernur Kepri H Nurdin Basirun pun meminta masyarakat bersabar menanti pembangunan tersebut. Karena membangun infrastruktur butuh waktu yang lama. Yang jelas, kata Nurdin, sangat banyak perubahan pembangunan di Tanjungpinang yang bermuara pada peningkatan wisata dan ekonomi dengan pembangunan Proyek Gurindam 12 ini.

Tahun 2018 ini, Pemprov Kepri mulai menimbun kawasan depan Gedung Daerah yang menjorok ke laut sekitar 150 meter. Tapi tidak mengganggu alur pelayaran karena sudah dilakukan survei lapangan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemprov Kepri, Abu Bakar menambahkan, laut akan ditimbun dengan lebar sekitar 50 meter. Di pinggir lokasi penimbunan akan dipasang pemecah ombak. Sehingga tanah timbunan tidak longsor saat ombak.

Di atas timbunan ini akan dibangun jalan dengan lebar sekitar 30 meter dengan tiga lajur. Panjang penimbunan tahun ini sekitar 800 meter dari Pelabuhan Sribintan Pura (SBP) hingga depan Jembatan Penyebarangan Tanjungbuntung.

Dengan penimbunan ini, maka tepilaut akan berubah menjadi daratan dengan luas sekitar 4,8 hektare. Ini akan kita jadikan RTH (Ruang Terbuka Hijau) menambah yang sudah dibangun Pemko saat ini.

Di ruang terbuka hijau ini, akan dibangun berbagai fasilitas lainnya baik untuk permainan masyarakat, parkir, termasuk perluasan taman. Dengan demikian, ke depan akan semakin luas tempat singgah yang bisa dilalui turis, wisnus maupun masyarakat Tanjungpinang sendiri.

Baca Juga :  Pulau Bintan Dianaktirikan

Kemudian, sekitar pertengahan Gedung Gonggong dengan Gedung Daerah, akan dibangun jalan untuk menyatukan jalan yang sudah ada saat ini dengan jalan baru yang dibangun di atas tanah timbunan tersebut.

Jalan ini menjadi alternatif bagi masyarakat sekaligus mengurai kemacetan di daerah Tepilaut dan pasar. Pekerjaan penimbunan akan berlanjut dari Jembatan Penyeberangan Tanjungbuntung ke depan SMAN 5 Tanjungpinang.

Kemudian, disiapkan juga kawasan untuk pembangunan Gedung Tunjuk Langit sesuai adat Melayu. Di gedung ini masyarakat bisa menggelar acara besar-besaran.

Karena di lokasi ini juga, akan kita sediakan lahan parkir yang sangat luas. Motor dan mobil bisa muat ribuan unit. Untuk parkirnya saja, kita siapkan lahan sekitar 1,62 hektare.

Untuk penimbunan dari depan Jembatan Penyeberangan hingga depan SMAN 5 Tanjungpinang, akan menyisakan laut menjadi area darat dengan luas sekitar 21,84 hektare.

Pembangunan akan berlanjut lagi untuk tahap berikutnya dari depan SMAN 5 Tanjungpinang hongga Batu Hitam. Namun, untuk pembangunan di daerah ini tidak menggunakan timbunan.

Akan dibangun jembatan sekitar 1.205 meter baik itu jembatan beton maupun jembatan kaki seribu. Dari Batu Hitam, pembangunan berlanjut lagi ke Pantai Impian yang sudah menjorok ke darat dengan panjang sekitar 865 meter.

Baca Juga :  Wujudkan Jembatan Babin

Selanjutnya, dari Pantai Impian akan dilakukan pembangunan jembatan dengan panjang sekitar 1.800 meter. Dari arah Pelabuhan Sri Bintan Pura, pembangunan berlanjut hingga Pelantar I-II dan Pinang Maryna dengan panjang sekitar 1.900 meter.

Jika ditotal, maka panjang jembatan dan tanah timbunan nanti bisa mencapai 6 kilometer. Kemudian, akan dibangun rest area sebanyak 7 unit sesuai jumlah kabupaten/kota di Kepri.

Sepanjang jalan yang akan ditimbun dan tanah darat yang muncul akibat penimbunan laut itu, akan dibangun berbagai wahana. Sehingga, ketika pengunjung datang ke Tanjungpinang, mereka tidak ada bosannya untuk menelusuri jalan sepanjang 6 kilometer tersebut.

Konsep ini sudah sangat matang dipikirkan gubernur mengubah wajah Tanjungpinang sebagai Ibu Kota Provinsi Kepri. Yang terpenting dari proyek ini selain mengubah Tanjungpinang menjadi kota yang modern, maka akan penguatan ekonomi dan wisata di sana. (mas/ais)

H Nurdin Basirun
Gubernur Kepri

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here