Tanjungpinang Butuh Pelabuhan Ekspor Impor

0
496
BURUH saat bongkar muat barang di Pelabuhan Batu Enam Tanjungpinang. f-adly bara/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bobby Jayanto mengatakan ia sedih karena lanjutan pembangunan Pelabuhan Dompak dan Pelabuhan Tanjungmoco tidak masuk prioritas pemerintah pusat tahun 2018 ini.

Bahkan ia mengkritik lemahnya lobi-lobi pemerintah daerah ke pemerintah pusat. Bahkan pemerintah dianggap jalan sendiri, tidak pernah melibatkan stakeholder untuk mencari anggaran dari pusat.

”Ibu Kota Provinsi Kepri Tanjungpinang butuh pelabuhan Ekspor Impor. Pelabuhan Tanjungmoco Dompak di rancang seperti itu, tapi tak siap-siap dibangun, saya sedih,” kata Bobby Jayanto, kemarin..

Kata dia, pertumbuhan ekonomi Tanjungpinang ternyata tak sejalan dengan pembangunan infastruktur pelabuhan. Hingga kini, tak ada pelabuhan umum yang memadai di sana.

Buktinya, hingga saat ini, aktivitas ekspor-impor masih bergantung pada pelabuhan-pelabuhan kecil seperti eksport ikan ke Singapura. ”Saya yakin kalau sudah ada pelabuhan bongkar muat ekspor impor, membuat pembangunan ekonomi, industri, jasa, dan logistik akan berkembang di Tanjungpinang,” tegasnya.

Ia juga heran, kenapa Tanjungpinang yang geografisnya dekat dengan beberapa negara tetangga, seperti Singapura dan Malaysia, namun belum ada pelabuhan bongkar muat ekspor impor dibangun, baik dibangun pemerintah daerah maupun pusat.

Ia melihat pelabuhan Tanjungmoco, yang digagas Wali Kota Tanjungpinang Hj Suryartati A Manan saat itu, sudah tepat untuk mewujudkan pelabuhan ekspor impor atau pelabuhan kontainer. Tapi, karena regulasi yang berbelit-belit, pelabuhan tersebut sudah mangkrak.

”Ok kalau pemerintah pusat melanjutkan pembangunan Tanjungmoco, kalau sudah siap belum bisa juga dimanfaatkan,” bebernya. Sebab, pelabuhan tersebut belum dibangun infrastruktur lainnya. Seperti pergudangan, jalan menuju pelabuhan tersebut termasuk sarana dan prasana air dan listriknya.

”Kita punya laut daratnya hanya sedikit tapi kita tak punya pelabuhan yang memadai, sungguh sedih,” bebernya. Kata dia, bila ada pelabuhan ekspor impor dan infrastruktur dibangun di kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas di Senggarang dan Dompak, ia optimis pertumbuhan ekonomi di Tanjungpinang membaik.

Tapi, untuk meningkatan pertumbuhan ekonomi, untuk mengembangkan kawasan Free Trade Zone Senggarang dan Dompak, tidak semuda membalikan telapak tangan. Pemerintah dan semua stakeholder, harus kompak bisa menjamin kepastian hukum, memberikan kemudahan perizinan bagi investor yang ingin menanamkan modalnya di Tanjungpinang. ”Kawasan perdagangan bebas di negara lainnya lebih unggul dari kawasan kita, jadi kita perlu terobosan baru untuk meminang investor masuk ke kampung kita,” bebernya.

Mantan Ketua DPRD Tanjungpinang ini mengharapkan, bila ada investor yang akan masuk, agar investor tersebut diberikan jaminan dari petinggi daerah. ”Dulu listrik salah satu penyebab investor tak mau melirik Tanjungpinang. Sekarang listrik sudah aman, jadi kita sama-sama memanjakan investor agar mau masuk menanamkan modalnya di Kota Gurindam ini,” harapnya. (bas) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here