Tanjungpinang Dikepung Banjir

0
71
Warga Perumnas Batu Eempat saat melintas di lokasi banjir. f-istimewa

TANJUNGPINANG – Tanjungpinang kembali dikepung banjir. Air menggenangi beberapa ruas jalan dan perumahan warga. Pemerintah Kota Tanjunginang belum sepenuhnya mampu mengatasi banjir di Tanjungpinang. Bahkan kini, masih bermunculan titik banjir yang baru. Di Jalan Pemuda masih langganan banjir. Meskipun Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Direktorat Jendral (Dirjen) Sumber Daya telah mengucurkan APBN sebesar Rp 7 miliar untuk penanggulangan banjir di Jalan Pemuda tahun lalu.

Banjir juga terjadi di kawasan Rawasar, Kawasan Kota Lama, Teluk Kerting, Bayangkara, Yudowinangun, Kampung Kolam, Tambak, Jalan Bintan, Kawasan Pasar Kota Lama serta beberapa kawasan di Batu 8 dan Batu 9 Tanjungpinang hingga ke arah Ganet. Banjir juga ditemukan di kawasan Sukaberenang, Batu Lima bawah dan di depan Balai Latihan Kerja (BLK) Batu 8.

Dampak banjir, sangat menyusahkan masyarakat, selain menghambat lalu lintas yang paling parah beberapa warga harus ekstra membersihkan rumah karena masuknya genangan air.

Seperti diutarakan warga Bayangkara, Kecamatan Tanjungpinang Barat, Mirna, rumahnya selalu dimasuki genanangan air. Bahkan sangat menghawatirkan bila hujan datang di tengah malam. Ia bersama keluarga pasti tidak bisa tidur karena harus mengemas perabotan yang takut tergenang air.

”Kami sangat risau saat hujan turun, apalagi disertai air laut pasang. Ketinggian air bisa di atas betis orang dewasa ,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Minggu (22/4).

Ia berharap ada solusi yang diberikan pemerintah agar banjir tidak melanda kampungnya. Kondisi ini menurutnya bukan baru, melainkan sudah bertahun-tahun dialaminya bersama warga lainnya. ”Kami ini capek setiap hujan bukan hanya persoalan membersihkan rumah tapi juga terkait perabotan yang kalau lalai bisa ikut rusak,” terangnya.

Mirna berharap pemerintah melalui dinas terkait memperhatikan kondisi banjir di sekitar. Jangan sampai, hal ini menjadi biasa-biasa saja. Hal senada disapaikan Pemuda Teluk Keriting, Dicky yang mengetahui beberapa rumah warga sekitar tergenang air saat hujan turun.

”Kebetulan orangtua juga RW di sekitar, jadi saya tahu persis banyak rumah warga yang tergenang air. Warga sudah sering mengeluhkan kondisi ini, namun belum ada juga penyelesaian,” paparnya.

Untuk menyelesaikan persoalan banjir disekitar menurutnya butuh anggaran besar, tidak cukup hanya sekedar normalisasi yang dilaksanakan Dinas PU Tanjungpinang setiap tahunnya. Sementara itu, Anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Reni mengakui mendapatkan pengaduan dari masyarakat terkait beberapa kawasan yang tergenang saat hujan turun. ”Persoalan banjir ibukota perlu penanangan serius, jangan sampai terus terbiarkan yang berkelanjutan dijangka panjang. Butuh anggaran besar yang saya rasa bisa dikomunikasikan ke provinsi dan APBN,” tuturnya.

Sambung dia, berbagai masyarakat yang menyampaikan kondisi banjir sudah di sampaikan di DPRD, yang menjadi ranah Komisi III Bidang Pembangunan untuk menindaklanjuti. ”Saya rasa mereka juga sudah tahun kondisi ini, tapi kewenagan DPRD hanya memberikan masukan tidak bisa mengeksekusi,” terangnya. (dlp/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here