Tanjungpinang Jadi Pilot Project

0
379
SISWA-SISWI SMAN 1 Tanjungpinang saat belajar komputer di sekolah itu, belum lama ini. F-martunas/tanjungpinang pos

Khusus PPDB Online SMA Sederajat di Kepri

SMA sederajat di Tanjungpinang dijadikan pilot project atau percontohan penerapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online.

TANJUNGPINANG – Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Drs Atmadinata M.Pd mengatakan, tahun 2018 ini hanya Tanjungpinang yang sudah dipastikan akan menggelar PPDB secara online.

”Tapi itu untuk SMA sederajat negeri. Kalau swasta kita tak bisa paksakan. Kan ada pihak yayasan yang bisa mengelola,” ujar Atmadinata kepada Tanjungpinang Pos, kemarin.

Selain Tanjungpinang, Batam juga diupayakan bisa menerapkan PPDB online. Namun, jika tidak secara keseluruhan, minimal sebagian mulai melakukan ujicoba secara online.

Atmadinata mengatakan, untuk menerapkan PPDB secara online masih butuh sarana pendukung baik jaringan, komputer, internet dan listrik untuk power suplai.

Karena masih banyak SMA sederajat belum dilengkapi sarana pendukung itu, sehingga baru Tanjngpinang yang sudah bisa menggelar PPDB online khusus sekolah negeri.

Meski PPDB secara online, namun tetap menggunakan sistem zonasi. Siswa yang mendaftar di luar zonasi tempat tinggal, tidak bisa mendaftar di luar zonasinya. Ia mencontohkan, siswa yang tinggal di daerah Ganet, tidak bisa mendaftar di sekolah yang ada di daerah Tepilaut misalnya SMAN 5. Maka, siswa yang tinggal di Ganet, harus mendaftar di sekolah terdekat misalnya, SMKN 4 Batu 14.

Berdasarkan Permendikbud No.14 tahun 2018 tentang PPDB, bahwa PPDB bertujuan untuk menjamin penerimaan peserta didik baru berjalan objektif, transparan, akuntabel, nondisktiminatif dan berkeadilan dalam rangka mendorong peningkatan akses layanan pendidikan.

Namun, asas nondiskriminatif tidak berlaku pada sekolah yang secara khusus melayani peserta didik dari kelompok gender atau agama tertentu.

Adapun waktu dan mekanisme PPDB tahun ini diatur dalam Pasal 3 dan 4 tentang PPDB TK, SD, SMP, SMA, SMK dan sederajat.

PPDB dilaksanakan dengan menggunakan mekanisme dalam jaringan (daring) atau luar jaringan (luring). Namun dalam pelaksanaan PPDB, sekolah hanya dapat menggunakan salah satu jenis mekanisme tersebut.

Apabila PPDB tidak dapat dilaksanakan melalu mekanisme dalam jaringan, maka PPDB dilaksanakan melalu mekakisne luar jaringan.

Pada juknis PPDB TK, SD, SMP, SMA, SMK dan sederajat, untuk TK harus berusia empat atau lima tahun untuk Kelompok A dan dibuktikan dengan akta kelahiran atau surat keterangan lahir yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang dan dilegalisir oleh lurah setempat sesuai dengan domisili calon peserta didik.

Kelompok berusia lima sampai enam tahun untuk Kelompok B. Untuk siswa Kelas I SD, maka usianya tujuh tahun dibuktikan dengan akta kelahiran atau surat keterangan lahir yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang dan dilegalisir lurah setepat sesuai dengan domisili calon peserta didik atau paling rendah enam tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan.

Khusus SD, sekolah wajib menerima peserta didik yang berusia 7 tahun. Pengecualian syarat usia paling rendah enam tahun yaitu paling rendah lima tahun enam bulan pada tanggal 1 Juli tahun berjalan.(MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here