Tanjungpinang Kekurangan 550 Guru

0
357
PENINJAUAN: Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kepri, Teddy Jun Askara saat meninjau SMPN 1 Tanjungpinang, belum lama ini. f-ISTIMEWA

TANJUNGPINANG – Ketua Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang Maskur Tilwahyu menuturkan, Tanjungpinang kekurangan sekitar 550 guru atau tenaga pengajar dari berbagai mata pelajaran.

Hla ini diketahui melalui pertemuan dengan Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, HZ Dadang AG beberapa waktu lalu. Darisekitar 550 guru tersebut terdiri dari 225 guru SD dan 325 guru jenjang SMP.

Untuk memenuhi atau pemerataan tenaga pengajar, Dadang belum lama ini melakukan rotasi. Terkait hal ini, tidak semua sekolah setuju karena merasa kekurangan guru. Maskur Tilawahyu mengaku mendukung pelaksanaan rotasi jika mampu menyelesaikan kekurangan guru dengan pemerataan tenaga pengajar.

Meski demikian, tidak bisa dipungkiri bila ada riak-riak dari pihak sekolah yang merasa belum pas karena kurang guru. Ini juga perlu ditanggapi dan diselesaikan. ”Kita masih kekurangan guru, kasihan siswanya,” paparnya.

Ia berharap kekurangan guru segera disikapi dengan melakukan penembahan secara resmi. Ini bukan tidak mungkin dilakukan, guna kemajuan pendidikan. Persoalannya ada beberapa sekolah yang merasa kekurangan guru yang mengakibatkan proses belajarnya terhambat. Ini juga perlu disikapi.

Selain itu, karena kekurangan guru, Dadang juga meminta kepala sekolah memaksimalkan jam mengajar guru, dari sebelumnya 24 kini menjadi 36-40 jam per minggu.

Terkait hal ini, Maskur secara pribadi juga tidak setuju. Namun karena kekurangan tenaga pengajar kebijakan ini terpaksa diambil, dan solusi jangka panjang harus meminta penambahan guru ke Kemenpan RB. ”Menambah jam kerja juga takut tak maksimal, kedepan harus ada penambahan guru,” paparnya.

Hasil komunikasi dilakukan bersama Dadang, bahwa pihak Disdik telah mengajukan kekurangan tenaga pengajar ke Kemenpan RB. Terkait proses seleksi atau penerimaan, masih menunggu. ”Sudah diajukan, tetapi belum ada jawaban, kita harus lakukan komunikasi kembali,” paparnya.

Ia menilai, kekurangan guru bukan persoalan biasa. Perlu keseriusan dalam menyelesaikannya. Bila melakukan penambahan, maka secara resmi dan mengikuti tahapan. Agar dapat dianggarkan di APBD Pemko. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here