Tanjungpinang Kekurangan 550 Guru

0
596
RAPAT: Ketua Komisi I DPRD Tanjungpinang, Maskur Tilawahyu didampingi anggotanya melaksanakan Rapat Dengar Pendapat bersama Kadisdik Tanjungpinang, HZ Dadang AG. f-ISTIMEWA

Komisi I DPRD Tanjungpinang Gelar RDP dengan Kadisdik

TANJUNGPINNAG – Ketua didampingi Anggota Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Tanjungpinang, HZ Dadang AG terkait kekurangan guru di Kantor DPRD Kota Tanjungpinang, Senggarang, Senin (18/9).

Dari hasil pertemuan itu, Dadang sudah menyiapkan data kekurangan guru tingkat SD dan SMP di Kota Tanjungpinang. Yaitu sekitar 550 guru yang terdiri 225 guru SD dan 325 guru jenjang SMP. Untuk keberlangsungan proses belajar mengajar yang lebih efektif, Dadang belum lama ini melakukan rotasi. Terkait hal ini, ada beberapa kepala sekolah malah merasa jadi kekurangan guru dari yang sebelumnya cukup.

Ketua Komisi I DPRD Tanjungpinang, Maskur Tilawahyu mengaku mendukung pelaksanaan rotasi jika mampu menyelesaikan kekurangan guru dengan pemerataan tenaga pengajar.

Meski demikian, realitanya ada beberapa riak-riak dari pihak sekolah yang merasa belum tepat kebijakan rotasi itu. Ini juga perlu ditanggapi dan diselesaikan. ”Kita dukung Disdik lakukan rotasi guru baru-baru ini, apalagi alasannya pemerataan tenaga pengajar. Persoalannya ada beberapa sekolah yang merasa kekurangan guru yang mengakibatkan proses belajarnya terhambat. Ini juga perlu disikapi,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, usai rapat.

Selain itu, karena kekurangan guru, Dadang juga meminta kepala sekolah memaksimalkan jam mengajar, dari sebelumnya 24 kini menjadi 36-40 jam per minggu. Terkait hal ini, Maskur secara pribadi juga tidak setuju. Khawatir tidak efektif seperti biasa karena kebanyakan am mengajar. ”Maksimal 36 jam per minggu, kalau sudahs ampai 40 jam itu sudah kelebihan sebenarnya,” paparnya.

Menyelesaikan masalah ini, Pemko harus meminta penambahan guru ke Kemenpan RB. ”Kalau terus membiarkan guru menambah jam kerja malah tak maksimal, kedepan harus ada penambahan guru,” paparnya.

Hasil komunikasi dilakukan bersama Dadang, bahwa pihak Disdik telah mengajukan terkait kekurangan tenaga pengajar ke Kemenpan RB. Terkait proses seleksi atau penerimaan, masih menunggu. ”Sudah diajukan, tetapi belum ada jawaban, kita harus lakukan komunikasi kembali,” paparnya.

Ia juga memuji, kini pendidikan Tanjungpinang ke arah yang lebih baik, meski demikian masih banyak persoalan yang perlu diselesaikan agar lebih baik kedepannya.(DESI LIZA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here