Tanjungpinang Kurang 500 Guru

0
808
SISWA baru SMP saat mendengarkan arahan dari gurunya di Lapangan Pamedan Tanjungpinang, Senin (16/7) lalu.F-martunastanjungpinang pos

Harapan dan permintaan agar Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang meningkatkan kualitas pendidikan terus mengalir. Ini dilema karena Tanjungpinang kekurangan guru 500-an orang.

TANJUNGPINANG – KEPALA Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Dadang AG mengatakan, kekurangan guru di Tanjungpinang terlalu banyak. Sehingga mereka kesulitan untuk menyiapkan guru dinas.

Apabila guru dinas diperbanyak, maka anggarannya akan membengkak. Sementara APBD Tanjungpinang nilainya kecil. Sehingga tidak memungkinkan menambah guru dinas. Sekolah pun, kata dia, punya keterbatasan untuk menyediakan guru yang digaji dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). ”Karena penggunaan dana BOS itu dibatasi. Dari 15 item, hanya 15 persen yang bisa digunakan untuk menggaji guru sekolah,” ujar Dadang.

Karena tidak ada lagi uang komite sekolah, maka pihak sekolah tidak bisa menambah jumlah guru di sekolahnya. Dulu, guru masih bisa digaji dari uang komite sekolah tersebut.

Baca Juga :  Buku Perpustakaan Sekolah Masih Minim

Karena itu, Pemko Tanjungpinang mengusulkan kebutuhan guru 500 orang saat penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018 ini. ”Kalau semua disetujui tidak mungkin. Kalau disetujui 300 orang, sudah lumayan itu,” tambahnya.

Rencananya, kata dia, pemerintah pusat akan menerima sekitar 100 ribu guru CPNS tahun ini. ”Tapi itu untuk nasional. Kalau kita dapat 300 sdah banyak itu,” katanya mengulangi harapannya itu.

Kurun waktu tiga tahun ini sampai tahun depan, maka ratusan guru di Tanjungpinang akan pensiun karena sudah berusia 60 tahun. Selama ini, sangat jarang penerimaan guru CPNS kecuali pengangkatan honor K2 dua tahun lalu.

Baca Juga :  Jelang UN, Siswa AP dan UPW Dimotivasi

”Sudah berapa lama tak ada penerimaan guru PNS. Sementara jumlah sekolah dan penambahan ruang kelas setiap tahun bertambah, tapi gurunya makin berkurang. Apalagi pengangkatan guru Inpres itu akan habis pensiun tiga tahun ini,” bebernya lagi.

Bahkan Dadang mengakui, saat ini masih ada salah satu sekolah negeri di Tanjungpinang yang kekurangan guru yakni SMPN 16 Tanjungpinang Timur yang ada di Jalan Suka Ramai.

Sekolah ini, kata Dadang, awalnya diberi kuota menerima siswa baru sebanyak 128 orang untuk empat rombel. Kenyataannya, yang mendaftar hingga 400-an orang. Sehingga banyak yang tidak tertampung.

Namun orangtua meminta agar Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang menambah jumlah rombongan belajar (rombel) di sekolah itu. ”Makanya kita tambah seperti kuota semula. Kita tambah 4 rombel menjadi 8 rombel sekarang,” jelasnya.

Baca Juga :  Sebentar Lagi, Bisa Cek Syarat PPDB

Selain menambah rombel, Disdik Kota Tanjungpinang juga menambah jumlah siswa per rombel yang sebelumnya hanya 32 orang menjadi 40 siswa per rombel.

Jadinya, sekolah ini kekurangan 10 orang guru. Dadang mengatakan, hingga saat ini sekolah tersebut masih kekurangan enam orang guru. Kekurangan 4 guru sudah bisa diatasi.

Dadang mengatakan, Dinas Pendidikan tidak bisa menangani kekurangan guru itu karena tidak bisa menerima guru dinas. Anggarannya tidak ada. Yang diharapkan, komite sekolah dan orangtua siswa yang membayar gaji guru tambahan nanti.(MARTUNAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here