Tanjungpinang Masih Kekurangan Guru Eksakta

0
466
MENINJAU: Anggota Komisi I DPRD Tanjungpinang, Simon Awantoko saat meninjau sekolah, belum lama ini. F-martunas/TANJUNGPINANG POS

Minta Kuota CPNS dari Kemenpan RB

TANJUNGPINANG – Anggota Komisi I DPRD Tanjungpinang, Simon Awantoko menuturkan, selain pembangunan, yang tak kalah penting harus diselesaikan Pemko Tanjungpinang mengenai kekurangan guru.

Hingga kini, guru masih kurang mulai dari jenjang pendidikan SD maupun SMP untuk berbagai mata pelajaran terutama guru eksakta. Untuk itu, ia menilai Pemko Tanjungpinang perlu menyampaikan ini ke Kementerian Pendidikan maupun Kemenpan-RB.

”Saya rasa Pemko perlu menyampaikan ini ke kementerian terkait. Jika tidak, maka akan terus kekurangan guru. Bahkan setiap tahunnya, ada guru yang pensiun,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Jumat (24/2).

Pengaduan kekurangan guru ini sudah diterima dari pihak sekolah beberapa waktu lalu, baik melalui Musrenbang maupun kunjungan langsung. Selain itu, Dinas Pendidikan juga menyampaikan dalam rapat koordinasi.

Kekurangan guru dapat menghambat proses belajar untuk lebih baik di sekolah. Para guru banyak yang bekerja merangkap. menurutnya, hal ini tidak tepat.

Menurutnya solusi untuk jangka pendek, meminta ke Kemenpan RB, melakukan penerimaan CPNS untuk formasi guru. Jika tidak, maka meminta diberikan kewenangan menerima guru Pegawai Tidak Tetap (PTT).

”Menurut saya untukmenutupi kekurangan guru hanya itu, meminta kuota CPNS, atau daerah diberikan kewenangan merekrut PTT. Sekarang Pemda tidak bisa menerima honorer, maka perlu di buka khusus guru. Jika tidak kasihan para guru yang ada bekerja merangkap, mulai dari status PNS maupun honor yang ada sekarang,” ungkapnya.

Bahkan gaji guru-guru honor yang ada sekarang jauh dari kata layak. Bahkan sangat memperihantikan, khusus yang berstatus honor sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Tanjungpinang, HZ dadang AG mengakui, jika tenaga pendidik di lingkungan Pemko Tanjungpinang sangat kurang. Hanya saja, belum ada penerimaan CPNS untuk guru.

”Masih kekurangan guru, mensiasatinya memperdayakan guru honor yang ada,” ungkapnya. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here