Tanjungpinang Menuju Kota Perdagangan

0
49
Dari kiri, Direktur utama PT RNI Didik B. Prasetyo, Wawako Rahma dan Asisten I Irwan. f-istimewa/humas pemko tanjungpinang

TANJUNGPINANG – Kota Tanjungpinang sempat sukses sebagai kota perdagangan, namun saat ini sudah mulai melemah.

Pemerintah Kota Tanjungpinang kembali fokus untuk mengembalikan kejayaan Tanjungpinang sebagai kota perdagangan yang berdaya saing global. Selain itu pemerintahan juga akan menjadikan Tanjungpinang sebagai kota pelajar.

Wakil Walikota Tanjungpinang, Hj. Rahma, menyambut baik atas keseriusan seluruh pengusaha perdagangan dan bersinergi bersama Pemko Tanjungpinang. Hal itu untuk mengembalikan kejayaan Tanjungpinang sebagai kota yang sukses di bidang perdagangan di masa lampau.

”Saat ini harus kita jayakan kembali dengan konsep yang lebih baik serta kita sesuaikan dengan perkembangan zaman saat ini yang sifatnya berdaya saing global,” kata Rahma, dalam rapat dengan para stakeholder perdagangan, baru-baru ini.

Rahma merasa senang dan berbangga karena mendapat kunjungan dari Dirut PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) atau perusahaan BUMN bergerak di bidang perdagangan.

”Mudah-mudahan kerjasama ini dapat berjalan dengan baik, mengingat Kota Tanjungpinang sangat membutuhkan investor untuk meningkatkan prekonomian. Serta kemajuan Kota Tanjungpinang dan mewujudkan kembali Tanjungpinang sebagai kota perdagangan,” tambahnya.

Rahma menyampaikan bahwa setelah pertemuan ini, ia berharap agar dapat langsung dibahas lebih lanjut dan segera dipelajari untuk seperti apa kerjasama yang akan dilaksanakan di Kota Tanjungpinang bersama PT RNI.

Didik B. Prasetyo, Direktur utama PT RNI persero, membahas lima topik dalam pertemuan tersebut. Yaitu, profil Tanjungpinang, profil PT RNI (persero), potensi kerjasama Tanjungpinang bersama RNI, What Investor Want and Best Practices.

Adapun program unggulan di Kota Tanjungpinang berdasarkan analisis Location Quotient (LQ) di Kepri adalah perdagangan.

”Kami dari PT RNI bersama rekan-rekan tertarik untuk mengunjungi Kota Tanjungpinang dan membahas mengenai keseriusan kami untuk berinvestasi dan mengembalikan kejayaan Tanjungpinang sebagai kota perdagangan,” tambah Didik.

Menurutnya, PT RNI ini tentunya bergerak dibidang Agroindustry, Trading & distribusi, Pharmacy dan Medical EQP, dan Property. Namun, untuk Kota Tanjungpinang pihak PT RNI akan tawarkan beberapa potensi kerjasama di antaranya penyediaan bahan makanan atau kebutuhan pokok yang meliputi gula, minyak goreng dan sebagainya agar pasokan bahan makanan lebih terjamin dan inflasi dapat terkendali.

Selain itu Didik juga melirik untuk berinvestasi dalam bidang penyediaan farmasi dan alat kesehatan. Seperti implementasi sistem total laboratorium solution di RSUD Tanjungpinang, serta kerjasama perdagangan lainnya.

”Saya berharap kepada pemerintah daerah satu hal yang sangat penting dalam kerjasama ini adalah agar setiap perizinan dapat dipermudah, tidak terlalu biroktatis, satu atap dan dapat dilakukan secara online sistem, serta infrastruktur yang memadai seperti jalan, listrik, air dan internet,” tutup Didik.

Pemaparan Dirut PT RNI juga disambut baik oleh Ketua Kadin Tanjungpinang Boby Jayanto yang sangat mendukung dengan adanya niat PT RNI untuk berinvestasi di Kota Tanjungpinang. ”Saya sangat menyambut baik dengan adanya investasi ini khususnya bahan pokok, karena kita masyarakat sangat membutuhkan sandang dan pangan khususnya sembako,” ujar Boby. Selama ini pasokan yang masuk ke Tanjungpinang sangat mengandalkan pasokan dari luar negeri seperti Singapura, Malaysia dan Thailand. (bas)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here