Tanjungpinang Persiapan Full Day School

0
507

Tanjungpinang – KEPALA Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tanjungpinang, HZ Dadang AG Menuturkan, ada rencana akan menerapkan full day school atau pemadatan pembelajaran Senin sampai Jumat. Dari yang sekarang masih melaksanakan proses belajar mengajar mulai Senin hingga Sabtu.

Untuk menerapkan ini, masih perlu kajian dan mempersiapkan kekurangan Ruang Kelas Belajar (RKB) serta sarana lainnya.

Terutama untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) sedangkan untuk SMP, mayoritas sudah dapat diterapkan.

”Untuk SMP, mayoritas sekolah sudah bisa terapkan. Terkecuali SMPN 7 dan SMPN 12 karena masih kekurangan RKB. Tapi tahun ini, sudah dilakukan penambagan pembangunannya jadi masalah kekurangan RKB sudah dapat diselesaikan,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Minggu (5/2).

Tahun ini, Pemko mengalokasikan anggaran untuk pembangunan dan rehabilitasi RKB di beberapa sekolah termasuk SMPN 7 dan SMPN 12 Tanjungpinang. Dana itu, ada yang bersumber dari anggaran pendapatan Pemko Tanjungpinang dan DAK dari pusat.

Terkait jumlahnya, ia mengaku tak menghafal jelas. Hanya saja, dipastikan kekurangan RKB di dua sekolah tersebut, diselesaikan tahun ini. Sehingga, jika tingkat SMP akan menerapkan full day school sudah bisa secara serentak.

Meski secara sarana memenuhi, Pemko belum mau gegabah menerapkan untuk SMP. Masih akan melakukan kajian, seperti apa plus dan minus-nya penerapan tersebut dengan menjaring aspirasi siswa dan orang tua nantinya.

”Kami masih akan lakukan kajian, tetapi akan mengarah kesana seperti arahan dalam Rapat Kerja Nasional kepala dinas pendidikan se Indonesia, belum lama ini di Jakarta,” terangnya.

Sedangkan untuk tingkat SD kemungkinan akan diterapkan secara bertahap. Artinya belum seluruh sekolah bisa menerapkan secara serentak. Ini dikarenakan RKB yang maish sangat kurang.

Kini, kebanyakan sekolah tingkat SD masih menerapkan double shift. Jika akan diterapkan, maka secara bertahap karena perlu penambahan RKB di beberapa sekolah. Ini tidak bisa diselesaikan dalam satu kali anggaran.

”Tahun ini ada juga anggaran perbaikan dan penambahan RKB untuk SD, tetapi belum menyelesaikan seluruh kekurangan karena keterbatasan anggaran, tetapi jika diterapkan maka akan bertahap sesuai dengan kesiapan sekolah dari sisi RKB dan lainnya,” paparnya.

Ia hanya memastikan yang jelas pelaksanaannya tidak akan terburu-buru. Semua akan dikaji lebih dulu dari kesiapannya.

Dalam penerapannya, ia tak memastikan apakah ada ujicoba terlebih dahulu atau menerapkan secara keseluruhan. Hanya Pemko Tanjungpinang sudah memiliki rencana penerapan itu.

Dadang menuturkan, wacana pemadatan pelajaran pada lima hari kerja Senin-Jumat berdampak pada durasi jam untuk siswa dan guru. Ini juga perlu melakukan kajian.

Penerapan ini, sesuai dengan wacana pemerintah pusat melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy. Ia menggagas sistem full day school untuk pendidikanSD dan SMP mulai dari negeri maupun swasta.

Alasannya agar anak tidak sendiri ketika orang tua mereka masih bekerja. Dengan sistem ini, secara perlahan anak didik akan terbangun karakternya dan tidak menjadi liar di luar sekolah ketika orang tua masih belum pulang dari kerja.

Menurut dia, jika anak-anak tetap berada di sekolah, maka banyak hal masih dapat dilakukan. Diantaranya bisa menyelesaikan tugas-tugas, mengaji untuk agama Islam dan ekstrakurikuler sekolah sampai dijemput orangtuanya seusai jam kerja.

Selain itu, anak-anak bisa pulang bersama-sama bahkan ketika berada di rumah siswa tetap dalam pengawasan, khususnya oleh orang tua.

Meski sempat pro dan kontra namun beberapa sekokah di Kepri ditetapkan menerapkan sistem ini.(DESI liza purba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here