Tanjungpinang Timur Kekurangan Kelas

0
470
PJ Walikota Tanjungpinang Raja Ariza menyalami siswa-siswi yang beru lulus SMP beberapa waktu lalu. f-dokumen/tanjungpinang pos

Tanjungpinang Timur masih kekurangan ruang kelas dan sekolah baru untuk tingkat SMA sederajat. Dua sekolah SMA sederajat yang ada di Tanjungpinang Timur sudah tidak mampu menampung banyaknya calon siswa baru yang lulus di tahun 2018. Dua sekolah yang ada di wilayah Tanjungpinang, yakni SMAN 7 dan SMKN 4 Tanjungpinang.

TANJUNGPINANG – ”Saya rasa dua sekolah itu hanya bisa menampung siswa baru sekitar 400-500 orang saja. Sementara, siswa SMP kita yang lulus kurang lebih ada sekitar seribuan orang di wilayah Timur,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Huzaifa Dadang AG kepada Tanjungpinang Pos, Minggu (1/7).

Baca Juga :  212 JCH Diberi Vaksi Meningitis

Jadi, kata dia, sisanya siswa tersebut menyerbu sekolah berada di wilayah Tanjungpinang Barat dan Kota. Salah satunya SMKN 1. Sekolah tersebut yang diserbu oleh siswa yang sudah lulus SMP.

Pantauan serta informasi yang diterimanya, sudah lima kali lipat siswa baru yang mendaftar di SMKN 1. Artinya, pendaftaran siswa baru di sekolah tersebut membeludak dibandingkan tahun sebelumnya. ”Angka persisnya saya tidak tahu, tapi jumlahnay lebih besar daripada kuota yang bisa diterima di SMAN 7 dan SMKN 4,” terang dia.

Baca Juga :  Gedung Food Court Terancam Gagal Dibangun

Kata Dadang, wewenang SMA sederajat ada di Dinas Pendidikan Provinsi Kepri. Oleh karena itu, Dinas Pendidikan Provinsi Kepri mesti koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang.

Pasalnya, yang tahu kondisi kekurangan sarana serta prasarana sekolah di wilayah Tanjungpinang Timur adalah Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang.

Selama ini, lanjut dia, Dinas Pendidikan Provinsi Kepri tidak pernah melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang. Ini terbukti pada saat adanya rapat koordinasi, yang pernah diadakan Dinas Pendidikan Provinsi Kepri. ”Rapat koordinasi tidak pernah melibatkan kita (Dinas Pendidikan, red) di daerah. Saya rasa, mereka ingin jalan sendiri,” ucap dia.

Baca Juga :  Rumah Dinas Mangkrak

Ia sarankan, sebaiknya Dinas Pendidikan Provinsi Kepri harus menjalin komunikasi dengan Dinas Pendidikan berada di daerah masing-masing, termasuk di Kota Tanjungpinang. Agar sarana serta prasarana di dunia pendidikan bisa terpenuhi, dan dirasakan oleh masyarakat di daerah tersebut. ”Kasihan anak kita sekolahnya jauh dari tempat tinggalnya,” sebut dia. (Andri DS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here