Tanker Tabrak Jembatan II Barelang

0
627
Kondisi Kapal tanker yang menabrak Jembatan 2 Barelang-Batam, Rabu (23/1) sore. Namun, kondisi jembatan masih nampak kokoh.f-martua/tanjungpinang pos

BATAM – Enam tahun silam, tepatnya, Rabu 6 Juni 2016, Jembatan 6 Barelang ditabrak kapal tanker APC Aussie 1. Rabu, (23/1) kemarin, Jembatan 2 Barelang yang ditabrak kapal tanker MT Eastern Glory. Namun kondisi jembatan masih kokoh.

Saat berita ini dituliskan di lokasi, kapal tanker tersebut masih nyangkut di jembatan itu. Informasi terbaru, kapal tersebut kemudian digeser tengah lautan, namun masih berada di sana.

Menurut saksi mata, warga bernama Tarmadi, kapal menabrak Jembatan Nara Singa (Jembatan 2) tersebut saat akan dipindahkan.

Saat kejadian itu, dia berada di sekitar lokasi kapal. Kapal itu hendak dipindahkan. Saat memutar haluan, tugboat tidak kuat mendorong karena arus kuat. ”Ini (kapal) kan ada sandar di pelabuhan situ. Mau mutar, didorong tugboat. Tapi tidak kuat, jadi nabrak jembatan,” jelasnya.

Baca Juga :  Letkol I Gusti Bagus Kagumi Kerukunan di Kepri

Kapal yang nyangkut itu menjadi bahan tontonan warga. Tiga orang karyawan kapal terlihat di atas kapal. Namun para pegawai itu tidak bisa berbuat banyak, terkait kapal itu.

”Tadi kejadian sekitar jam 15.00 WIB. Pas kejadian, kapal tidak hidup mesinnya. Hanya lampunya yang hidup. Yang hidup, tugboatnya untuk mendorong kapal,” kata Tarmadi.

Pantauan Tanjungpinang Pos di lokasi, arus di wilayah Jembatan II Barelang itu cukup keras. Kapal tugboat juga terlihat masih di bawah jembatan, di belakang kapal tanker itu.

Pihak Badan Pengusahaan (BP) Batam yang membangun jembatan saat dikonfirmasi, mengaku sudah menurunkan tim ke Jembatan II. Belum diketahui langkah yang akan diambil BP Batam. Apakah langsung menarik kapal hari itu juga atau tidak.

Baca Juga :  Jembatan Babin Mendesak Dibangun

”Tim sedang turun sekarang. Jalan ke sana. Nanti tunggu mereka lihat dulu kondisi di sana, seperti apa. Baru diambil langkahnya,” ungkap Kasubdit Humas dan Promosi BP Batam, Tofan.

Informasinya, kapal pengangkut minyak itu terbawa arus saat hendak dipindahkan. Jarak tempat kapal lego jangkar dengan jembatan tidak begitu jauh dan arusnya deras.

Selain arus deras, diduga jangkar kapal putus dan angin kencang yang mendorong kapal ke arah jembatan. Tugboat yang mendorong kapal tidak kuat.

Enam tahun lalu, kapal tanker APC Aussie 1 menabrak Jembatan 6 Barelang yang menghubungkan Pulau Galang Kecil dengan Pulau Galang Baru. Tabrakan itu mengakibatkan sebagian bahu jembatan retak dan bergeser.

Baca Juga :  Download Aplikasi Langit Musik, Hadirkan Pengalaman Musik Digital

Kejadian itu terjadi dinihari saat kapal sedang lego jangkar di sekitar Pulau Galang. Angin kuat diduga mendorong kapal ke arah jembatan yang sedang deras arusnya. Jangkarnya juga putus.

Jembatan 6 Barelang merupakan rangkaian dari enam jembatan yang menghubungkan Pulau Batam dan pulau-pulau kecil. Jembatan 6 Barelang sebenarnya bernama Jembatan Raja Kecil.

Namun, masyarakat lebih mengenal dengan nama Jembatan 6 sesuai urutan rangkaian jembatan. Jembatan terakhir itu memiliki panjang lebar tinggi 180 x 45 x 9,5 meter.

Adapun nama-nama sebenarnya 6 jembatan yang menghubungan Batam-Setokok-Galang-Galang Baru adalah : Jembatan Tengku Fisabilillah (Jembatan 1). Jembatan Nara Singa (Jembatan 2). (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here