Tanpa Asprov, Liga 3 Gagal

0
604
SKUAT PS Bintan dan PSTS Tanjungpinang memasuki lapangan, pada laga final Liga 3 Indonesia wilayah Kepri musim 2017 lalu, di stadion Temenggung Abdul Jamal, Batam. f-yendi/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – LAGA Liga 3 Indonesia wilayah Provinsi Kepri terancam gagal dilaksanakan di musim 2018 ini. Karena, pemilihan Asprov PSSI Kepri belum ada kejelasan hingga saat ini. Sementara, Liga 3 Indonesia mesti dilaksanakan oleh Asprov definitif.

Manajer tim Harimau Kampar (Harkam) FC Tanjungpinang Seviyandi Bakar menyampaikan, sampai saat ini, belum ada kejelasan regulasi untuk laga Liga 3 Indonesia di wilayah Kepri. Karena, belum ada sosialisasi dari Asprov PSSI Kepri.

Sementara, hasil rapat Exco PSSI pusat yang digelar di Kantor Pusat Otoritas sepak bola Indonesia, Jalan Kemang Timur V Kav 5, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (16/2) lalu, salah satunya menetapkan regulasi Liga 3 Indonesia 2018. Anggota Exco Verry Mulyadi menjelaskan di beberapa media, di kategori umum untuk penyelenggaraan Liga 3 Indonesia itu ada tiga putaran, yakni tingkat provinsi, regional dan nasional.

Kick off putaran provinsi akan digelar pada bulan April 2018. Untuk kick off putaran regional dan putaran nasional pada bulan Agustus 2018. Selain jadwal kick off tiap kategori, tentunya ada mekanisme tiap putararan. Putaran provinsi minimal per klub 12 kali pertandingan. Sedangkan putaran regional adanya sistem gugur serta single match. Putaran nasional menggunakan sistem setengah kompetisi, yang dibagi menjadi 16 grup.

”Seperti informasi yang saya dapatkan dari teman di Provinsi Riau,” ujarnya.

Dari regulasi, peserta kompetisi harus merupakan anggota PSSI, calon anggota PSSI (rekomendasi Asprov kepada PSSI). Yang berhak promosi sebanyak 6 klub. Sementara untuk regulasi pemain yaitu kuota sebanyak 30 pemain. Maksimal 3 pemain senior dan sisanya 27 pemain U-23.

”Saya rasa, Maret nanti, Asprov PSSI Kepri sudah harus melakukan pemilihan. Karena, liga 3 putaran provinsi rencananya April, itu sudah mulai,” jelasnya.

Jika sampai April, belum ada pemilihan Asprov, lanjut Seviyandi, bisa saja liga 3 di wilayah Kepri gagal diselenggarakan. Karena tidak ada induk organisasi sepak bola di Kepri, yaitu Asprov. Sementara, pengangkatan Plt Ketua Asprov PSSI Kepri sekarang, ditugaskan melaksanakan Musprov PSSI Kepri, paling lambat Maret ini.

”Kalau tanpa Asprov, liga 3 di Kepri ya terancam gagal,” sebutnya.

Sementara, pelatih 757 Kepri Jaya FC Ibnu Grahan mengatakan, untuk tim Liga 3 Indonesia yang terdegradasi dari Liga 2 Indonesia musim 2017 lalu, seperti 757 Kepri Jaya FC, akan menjalani laga fase nasional di Liga 3 Indonesia, pada musim 2018 ini. ”Kita tidak jalani laga di tingkat provinsi. Tapi fase nasional,” kata Ibnu Grahan, Rabu (21/2) kemarin.(YUSFREYENDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here