Tapal Batas Arah ke Kijang Tak Terawat

0
497
Tapal batas yang menghubungkan Tanjungpinang-Kijang (Kabupaten Bintan) terliat tak terawat lagi. Karena terlihat tiang sudah berkarat hingga lampu tak menyala pada malam hari. f-Andri Dwi S/tanjungpinang pos

Gerbang tapal batas Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, arah ke daerah Kijang tidak terawat baik oleh Pemko.

TANJUNGPINANG – Tapas batas ini dibangun Pemko Tanjungpinang melalui Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) tahun 2014 lalu. Pembangunan menelan anggaran sebesar Rp 500 juta. Proyek yang menggunakan APBD 2014 lalu dikerjakan oleh CV Cua Merpati Cemerlang.

Pantuan di lokasi, selain tiang berkarat, lampu penerangan gerbang yang menghubungkan antara Jalan Nusantara Tanjungpinang dengan Jalan Nusantara Kijang, pun tak menyala lagi. Awalnya, lampu berwarna merah menerangi jalan raya tersebut.

Dengan kondisi seperti itu, warga Tanjungpinang menyayangkan pembangunan tapal batas Kota Tanjungpinang tidak dirawat dengan baik. Padahal, sudah menghabiskan ratusan juta.

”Sayang ya, dibiarkan begini aja. Saya yakin, bangun gerbang payung itu menelan anggaran besar. Dari pada bangun gerbang itu, bagus untuk membantu masyarakatnya yang sedang membutuhkan bantuan dari pemerintah,” kata Yusril, mengaku warga Km 12 Tanjungpinang kepada Tanjungpinang Pos, Minggu (7/1).

Pria (38) menyarankan kepada pemerintah daerah khususnya Pemko Tanjungpinang untuk merawat pembangunan gerbang tapal batas Kota Tanjungpinang yang menuju ke Kijang Kota. Supaya gerbang yang sudah dibangun bisa mengundang daya tarik pengendara melintasi di jalan tersebut.

”Ini tidak. Sudah tak terawat, gelap lagi. Dulu hidup loh lampunya. Alhamdulillah, terang menderang. Sekarang gelap gulita,” ucap dia.

Tak menyala lampu gerbang tersebut, ia perkirakan sekitar dua tahun lebih. ”Tepatnya, saya tidak tau pulak. Ya, sekitar dua tahunan gitu lah. Coba dihidupkan lagi lampunya. Saya yakin, nanti ada yang mau selfie di gerbang ini,” sebut dia.

Permintaan dirawat tersebut juga disampaikan, Agung yang mengaku tinggal di Jalan Ganet Tanjungpinang. ”Coba di rawat ya, bang. Saya yakin tak berkarat seperti sekarang ini,” ucap Agung yang sambil menunggu angkot di Km 12 Tanjungpinang.

Agung hanya bisa berharap kepada pemerintah daerah, untuk merawat hingga menghidupkan lagi lampu gerbang tersebut. Supaya gerbang tersebut tidak gelap. Kemudian, gerbang tersebut menjadi daya tarik pengendara yang melintasi pada malam hari.

”Bisa jadi, nanti ada orang yang foto-foto pada malam hari. Di upload gambarnya, dan orang bertanya-tanya. Di mana tuh. Jadi, terkenal lagi Kota Tanjungpinang,” sebutnya sambil tertawa.

Saat di konfirmasi Kepala Bidang (Kabid) Pertamanan, Pemakaman dan PJU dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman Kebersihan dan Pertamanan Kota Tanjungpinang, Yoni Fadri minta awak media ini, untuk langsung tanya ke Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman Kebersihan dan Pertamanan Kota Tanjungpinang, Amrialis. ”Langsung telpon Pak Kadis (Amrialis, red) aja, ya,” singkat Yoni Fadri saat di hubungi awak media ini.

Hingga berita ini terbit, Amrialis belum memberikan keterangan saat dikonfirmasi oleh jurnalis ini. Karena nomor handphone milik Amrialis tidak bisa dihubungi.(ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here