Tapping Box Mulai Dipasang

0
168
Tim memasang alat tapping box di Hotel Aston Tanjungpinang, Selasa (7/5) pagi.

TANJUNGPINANG – Ditargetkan 250 tepat usaha di Tanjungpinang akan dipasang tapping box atau alat perekam transaksi. Pemasangan mulai dilaksanakan, Selasa (7/5) pagi di Hotel Aston Tanjungpinang secara simbolis. Disusul tempat usaha lainnya.

Anggota Komisi II DPRD Tanjungpinang, Reni menyambut baik realisasi pemasangan alat tersebut. Diharapkan bukan hanya sekedar seremonial seperti Oktober tahun lalu, namun sudah direalisasikan.

”Tahun lalu bukannya sudah pemasangan secara seremonial di Hotel CK Tanjungpinang. Mudah-mudahan yang sekarang terealisasi,” ucapnya singkat.

H Syahrul menuturkan, pemasangan baru dilakukan karena alat yang disediakan Bank Riau Kepri melalui vendor yang ditunjuk baru selesai.

”Alat tapping box-nya baru datang jadi baru dipasang,” tuturnya.

Ditambahkannya, pemasangan alat tersebut bertujuan untuk mendukung transparasi pembayaran pajak oleh Wajib Pajak (WP) di Kota Tanjungpinang.

Kabid Pajak BPPRD Kota Tanjungpinang, Rio menuturkan, ada empat sektor pajak yang dipasang tapping box. Diantaranya pajak hotel, restoran hiburan dan parkir. Besaran pajaknya berbeda-beda diatur sesuai ketentuan Perda.

Dicontohkannya, pajak restoran dan hotel dan hiburan sama. Sesuai ketentuan, omzet di atas senilai Rp6,5 juta dikenakan pajak 10 persen. Sedangkan pajak parkir lebih tinggi, yaitu 25 persen.

”Kalau di Hotel Aston ini pemasangan tapping box satu, namun untuk tiga jenis pajak. Diantaranya hotel, restoran dan juga hiburan. Sedangkan parkir tidak ada karena gratis kepada pelanggan sebagai bentuk fasilitasnya,” ucapnya.

Ia mencontohkan, lahan parkir yang dikenakan pajak diantaranya, bandara, pelabuhan, Mal TCC, Ramaya dan beberapa lainnya.

Disinggung mengenai sistem kerja alatnya, Rio menuturkan, semua transaksi nantinya ter-record juga di server di kantor BPPRD.

”Jadi kalau pelaku usahanya memastikan alat tersebut, kami tahu dan akan menanyakan apa kendalanya. Terkecuali listrik mati,” tuturnya.

Terkait target pemasangan, Rio menuturkan satu bulan ke depan selesai. Pihak vendor memiliki dua tim, yang setiap tim memprediksi lima alat akan selesai dalam sehari.

”Estimasinya 10 alat terpasang dalam sehari. Perkiraan kita satu bulan,” tuturnya.

Dedy Santika Zein, menuturkan, rencana pemasangan sudah ada sejak 2018 lalu, namun baru bisa direalisasikan 2019 ini.

”Kami sudah menyiapkan 250 unit dulu, bila nantinya masih diperlukan kami siap menyediakan,” ucapnya.

Financial Controlling Aston Hotel Tanjungpinang, Patria mengaku menyambut baik pemasangan alat ini. Dituturkannya, pihaknya siap mendukung sistem transparansi yang dicanangkan pemerintah daerah.

”Kami sudah memiliki server terkait tiga objek pajak di hotel ini. Jadi cukup pasang satu semua data transaksi sudah terpapar,” ucapnya.

Ia menuturkan, pemasangan yang dilakukan baru simbolis, tim IT yang nantinya berkoordinasi dengan vendor.

Plt BPPRD Tanjungpinang, Riani menambahkan, masih butuh proses penghubungan dengan sistem. ”Mungkin butuh satu hari ini. Tim lagi menyelesaikan,” ucapnya.

Ia juga menuturkan, bahwa alat ini akan terkoneksi dengan dengan tim yang ada di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Disinggung WP yang tak ingin pemasangan alat tersebut, Riani menuturkan, bahwa itu amat undang-undang, maka pihaknya berupaya menyampaikan aturan.

”Kemarin cuman satu rumah makan saja yang tidak mau, namun setelah komunikasi sudah mau,” ucapnya singkat. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here