Target Pemilih 77,5 Persen

0
691
KPU Tanjungpinang saat sosalisasi tentang Pilkada Tanjungpinang 2018 di kampus, pekan lalu untuk meningkatkan partisipasi pemilih.F-istimewa/humas kpu tanjungpinang

TANJUNGPINANG – Saat pemilihan Gubernur Kepri tahun 2015 lalu, persentase jumlah pemilih di Kota Tanjungpinang sekitar 61 persen lebih saja. Kesadaran pemilih masih rendah.

Tahun 2018 ini, masyarakat Ibu Kota Provinsi Kepri ini kembali diperhadapkan dengan pemilihan langsung kepala daerah yakni pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang.

Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang 2018 akan digelar serentak se-Indonesia yakni, 27 Juni nanti. Di Indonesia sendiri,, ada 171 daerah yang melakukan Pilkada.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungpinang, Robby Patria mengatakan, tahun 2018 ini mereka menargetkan partisipasi pemilih hingga 75,5 persen. ”Mudah-mudahan bisa terealisasi,” ujar Robby via ponselnya kepada Tanjungpinang Pos, Minggu (25/3) kemarin.

Baca Juga :  Ajukan Rp 6,3 Miliar Dikasih Rp 2 Miliar

Robby mengatakan, rendahnya minat memilih di kota itu karena beberapa hal. Salah satunya karena saat pencoblosan adalah libur, maka warga lebih memilih liburan. Kemudian, penyebab lainnya adalah sikap apatis kepada kandidat. Masyarakat menilai, siapa saja yang menang, tidak pengaruh pada dirinya sendiri. Padahal, masyarakat lah penentu siapa pemimpinnya.

Untuk itu, berbagai hal sudah mereka lakukan untuk menggugah hati masyarakat agar nanti datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) saat pencoblosan, tanggal 27 Juni nanti.

KPU telah gencar melakukan sosialisasi baik melalui media massa, elektonik, TV, radio hingga media sosial. Tujuannya untuk mengingatkan dan mengajak masyarakat agar datang ke TPS saat pencoblosan nanti.

Baca Juga :  Lukman Edy Minta Restu Warga Kepri

Robby juga mengatakan, apabila masyarakat yang bersangkutan belum terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT) nanti, jangan sia-siakan suaranya. Tetaplah datang ke TPS dan memilih.

Cukup membawa Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP) atau surat keterangan (Suket) yang dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pemko Tanjungpinang.

”Tapi datangnya satu jam sebelum masa pencolosan berakhir. Pencoblosan mulai pukul 07.00 dan berakhir pukul 13.00. Maka datanglah sekitar pukul 12.00,” jelasnya.

Memilih bisa dilakukan di tempat tinggalnya. Milih tidak bisa apabila bukan warga Tanjungpinang dan juga tidak satu kecamatan atau satu kelurahan. ”Harus sesuai dengan alamat KTP-nya lah,” tegasnya. (mas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here