Target Wisman Kepri Melenceng

0
746
SAMBUT: Gubernur Kepri H Nurdin Basirun saat menyambut turis dari Tiongkok, belum lama ini. f-mazpram/humas Pemprov kepri

TANJUNGPINANG – Target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kepri 2017 sebanyak 3 juta jiwa jauh dari harapan.TANJUNGPINANG – Target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kepri 2017 sebanyak 3 juta jiwa jauh dari harapan.Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, kedatangan wisman ke Kepri sejak Januari-Mei 2017 sekitar 801.896 orang.

Dalam tujuh bulan (Juni-Desember 2017), target kunjungan harus mampu mencapai 2.198.104 orang.Jika dilihat dari data, kunjungan wisman ke Kepri Januari-Mei 2016 sekitar 813.050 orang. Sedangkan Januari-Mei 2017 jumlah kunjungan wisman sekitar 801.896 orang saja. Terjadi penurunan sekitar 11.154 orang.

Adapun data kunjungan Januari 2016 sekitar 143.078 orang. Februari 2016 sekitar 165.385 orang. Maret 2016 sekitar 167.377 orang. April 2016 sekitar 164.834 orang dan Mei 2016 sekitar 172.376 orang. Total 813.050 orang.Sedangkan data kunjungan Januari 2017 sekitar 172.698 orang. Februari 2017 sekitar 128.788 orang. Maret 2017 sekitar 167.679 orang. April 2017 sekitar 179.270 orang dan Mei 2017 sekitar 151.279 orang. Kepala BPS Provinsi Kepri Panusunan Siregar menuturkan, jumlah kunjungan wisman ke Kepri selama Mei tahun 2017 tercatat sebanyak 151.279 orang.Jumlah ini mengalami penurunan 15,61 persen dibanding kunjungan wisman selama April 2017 yang mencapai 179.270 kunjungan.

Penurunan jumlah kunjungan wisman selama Mei 2017 disebabkan oleh penurunan jumlah kunjungan wisman dari empat pintu masuk yang ada di Kepri, yakni Kota Tanjungpinang, Kabupaten Karimun, Kota Batam, dan Kabupaten Bintan.

Jumlah wisman yang masuk melalui Kota Tanjungpinang mengalami penurunan 20,82 persen. Kunjungan ke Kabupaten Karimun mengalami penurunan 16,37 persen. Kunjungan wisman ke Batam mengalami penurunan 16,31 persen dan kunjungan wisman ke Kabupaten Bintan mengalami penurunan 10,42 persen dibanding April 2017 lalu.

”Salah satu persoalannya karena tidak ada event,” ujar Panusunan, Senin (3/7). Secara kumulatif, kata dia, Januari-Mei 2017, jumlah kunjungan wisman ke Kepri mencapai 801.896 kunjungan atau turun 1,37 persen dibanding jumlah kunjungan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Jumlah kunjungan wisman secara kumulatif terbesar dari pintu masuk Kota Batam yaitu sebanyak 598.648 kunjungan diikuti dari pintu masuk Kabupaten Bintan, Kota Tanjung pinang, dan Kabupaten Karimun. Dia melanjutkan, secara umum wisman yang banyak berkunjung ke Kepri sampai saat ini berasal dari Singapura dan itu tercatat sejak Januari-Mei 2017.

”Sejak Januari sampai Mei 2017 wisman berkebangsaan Singapura tercatat sebanyak 399.731 kunjungan. Jumlah kunjungan terbanyak kedua disusul Malaysia sebesar 99.830 kunjungan atau 12,45 persen dari total kunjungan ke Kepulauan Riau selama Januari-Mei 2017,” terangnya. Secara berturut-turut, jumlah kunjungan sepuluh terbanyak selain wisman berkebangsaan Singapura dan wisman berkebangsaan Malaysia adalah wisman berkebangsaan Tiongkok, India, Korea Selatan, Philipina, Jepang, Inggris, Australia, dan Amerika.

Kontribusi dari wisman 10 negara terbanyak yang mengunjungi Kepri adalah sebanyak 85,45 persen dari total seluruh kunjungan wisman pada bulan Januari-Mei 2017.
Pada Mei 2017, wisman berkebangsaan Singapura yang berkunjung ke Kepri yaitu sebanyak 75.349 kunjungan.

Jika dibandingkan dengan bulan April 2017, wisman berkebangsaan Singapura turun sebesar 19,27 persen atau dari 93.339 kunjungan pada bulan April 2017 menjadi 75.349 kunjungan Mei 2017. Data BPS Kepri, jumlah kunjungan wisman ke Kepri pada April 2017 sebanyak 179.270 kunjungan, atau naik sekitar 6,91% dibanding jumlah wisman di bulan sebelumnya. Pada Maret 2017, kunjungan wisman sebanyak 167.679 orang.

”Jika dibanding April 2016, kunjungan wisman pada April 2017 mengalami kenaikan sebesar 8,76 persen,” katanya. Panusunan mengatakan, penurunan angka kunjungan wisman ini akan membuat kerja Dinas Pariwisata (Dispar) semakin berat untuk mencapai target yang telah ditetapkan pemerintah pusat. Awal tahun ini, Kementerian Pariwisata menargetkan Kepri mampu menyumbang kunjungan wisman sebanyak 3 juta.

Menurut Panusunan, angka tersebut masih sangat jauh dari target. Dispar Kepri dan kabupaten/kota harus melakukan terobosan dan inovasi-inovasi baru untuk menarik wisman sebanyak-banyaknya di 6 bulan tersisa tahun ini. Secara kumulatif, dari Januari sampai Mei 2017, angka kunjungan wisman ke Kepri mengalami penurunan sebesar 1,37 persen dibanding pada priode yang sama tahun 2016.

”Pada Januari-Mei 2017, wisman yang ke Kepri sebanyak 801.896 kunjungan. Sedangkan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 813.050 kunjungan,” kata dia. Secara kumulatif, Januari-April 2017 jumlah kunjungan wisman yang datang ke Kepri mencapai 650.617 kunjungan atau naik 1,55 persen, jika dibandingkan dengan jumlah wisman pada tahun yang sebanyak 640.674 kunjungan.

Panusunan menyarankan pemerintah daerah di Kepri, membuat program-program yang mampu menarik minat wisman datang ke daerah ini.  Festival atau event-event skala internasional harus lebih sering digarap di Kepri. Pemerintah juga harus menggandeng pihak swasta untuk mempomosikan atau menggelar kegiatan-kegiataan kepariwisataan. (ais/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here