Target Wisman Kepri Terlalu Tinggi

0
176
Buralimar

BATAM – Kementerian Pariwisata RI menargetkan kedatangan wisman ke Indonesia 17 juta tahun 2018 ini dan optimis tercapai. Kepri diberi target bisa mendatangkan 3,5 juta wisman.

Target tersebut dianggap terlalu tinggi lantaran kedatangan wisman ke Kepri setiap tahun sekitar 2 juta hingga 2,1 juta jiwa saja.

Kementerian Pariwisata pun terus mendorong pemerintah daerah di Provinsi Kepri melakukan langkah-langkah praktis mencapai target itu. Namun Dinas Pariwisata di Kepri terlihat pesimis dengan target itu.

Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar didampingi Kadispar Batam, Pebrialin mengakui jika angka yang dicanangkan Kementerian Pariwisata berat untuk dicapai.

”Rasanya baru tercapai 1,2 juta wisman. Kalau mencapai 2,4 juta, mungkin. Kalau 3,5 juta, rasanya tidak mungkin,” ungkap Buralimar di Batam.

Diharapkan jika event-event yang sudah disiapkan bisa berjalan dengan baik. Dimana untuk bulan ini, ada dua even yang diharapkan mendapat perhatian wisman. ”Ada dua event itu bermuatan maritim 70 persen dan budaya 30 persen,” kata dia.

Kepala Biro Komunikasi Publik (Komblik) Kemenpar Guntur Sakti tidak menampik apa yang diakui Batam dan Kepri itu. Sama halnya dengan target yang dicanangkan untuk Indonesia 17 juta wisman tahun ini. Lombok dan Bali diguncang gempa. Diakui, target Batam dan Kepri merupakan target ambisius.

”Batam disiapkan menyumbang wisman dalam memenuhi target Indonesia 17 juta. Ini target yang sangat ambisius. Karena sangat ambisius, maka pertumbuhan harus di atas biasa,” ungkap Guntur.

Walau dinilai sebagai target ambisius, namun Indonesia memiliki potensi untuk mencapai hal itu. Dimana, capaian Wisman saat ini baru sekitar 7 juta-an dari target 17 juta. Guntur memiliki optimisme Kepri bisa menyumbang seperti ditargetkan, 3,5 juta. Alasannya, transportasi ke Kepri murah, karena melalui kapal.

”99 persen wisatawan dunia menggunakan pesawat. Hanya ke Kepri yang menggunakan kapal. Ini potensi,” kata Guntur.

Guntur menyarankan Batam dan Pemerintah Kepri mendorong program diskon besar-besaran saat pariwisata tidak bergairah. Wisata belanja dinilai memiliki daya tarik untuk mendapat kunjungan wisman Singapura ke Batam. Program itu optimis bisa berhasil karena hotel di Batam murah. Hanya saja di Batam perlu ditingkatkan atraksi.

”Sarankan diskon besar-besar saat tidak bergairah. Hot deals. Seperti datang ke Batam, dapat diskon spa, diskon golf, diskon belanja dan lainnya,” pesan mantan Kadispar Kepri ini.

Guntur menyampaikan tiga program marketing khusus pariwisata 2018. Masing-masing, insentif kepada airlines dan wholesaler, visit wonderful Indonesia-Hot Deals dan Competing Destination Model (CDM). Program itu untuk mendongkrak pertumbuhan pariwisata sehingga target kunjungan 17 juta wisman tahun ini tercapai.

”Untuk mencapai target 17 juta wisman pada tahun ini, pariwisata harus didorong agar tumbuh hingga mencapai 21 persen dari capaian kunjungan wisman tahun 2017. Target itu jauh di atas pertumbuhan pariwisata regional ASEAN 7 persen dan dunia 6,4 persen. Makanya dibutuhkan strategi marketing khusus,” kata Guntur.

Program marketing khusus untuk mengejar 17 juta kunjungan wisman tahun 2018, diantaranya program insentif kepada airlines dan wholesaler.

Program ini sebagai pursuing growth atau mengejar pertumbuhan. Kemudian, program ViWI atau Visit Wonderful Indonesia-Hot Deals. Program Hot Deals ini dilakukan di tiga pintu utama bagi kunjungan wisman yaitu Great Bali yang memberikan kontribusi wisman sebesar 40 persen, Great Jakarta 30 persen, dan Great Kepri 20 persen.

”Dengan paket Hot Deals Kepri, Paket Hot Deals Bali dan Paket Hot Deals Jakarta diharapkan dapat mengejar target kunjungan wisman sebesar 2,5 juta di tahun 2018,” harap Guntur.

Terakhir, program Competing Destination Model (CDM) mengakuisisi pelanggan dengan metode yang dilakukan penyedia platform data driven marketing dalam mengarahkan calon wisatawan mancanegara yang sudah memiliki tujuan wisata ke destinasi tertentu.

Dengan CDM memungkinkan untuk mengambil data trevellers dari berbagai sumber online, profiling dan segmentasi data travellers, dan menargetkan travellers dengan kampanye iklan yang customized dan targeted.

Saat ini Kemenpar akan bekerjasama dengan penyedia metode CDM dalam pencapaian target tambahan kunjungan wisman diperkirakan mencapai 1 juta wisman.

Menurut Guntur dari ketiga program Hot Deals itu yang paling laku di Kepri, terutama Batam. Kelebihannya, lantaran transportasi menuju Kepri berbasis laut, alias bisa ditempuh melalui feri, sedangkan Bali dan Jakarta, mesti ditempuh lewat udara.

Ini juga berdampak terhadap biaya yang mesti dikeluarkan wisman. ”Sejak program Hot Deals di Kepri diluncurkan April lalu, setidaknya saat ini sudah terjual 141.180 paket dari 500 ribu paket yang disediakan,” jelas Guntur. (mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here