Tarif Air Masih akan Disosialisasikan

0
723
BERDISKUSI: Wali Kota Tanjungpinang H Lis Darmansyah berdiskusi dengan Direktur Pengembangan SPAM Cipta Karya Kementerian PUPR M Sundoro. F-ISTIMEWA

Kementerian PUPR Serahkan Pengelolaan SWRO ke Pemko

TANJUNGPINANG – Instalasi penyulingan Air laut menjadi air minum atau Sea water Reverse Osmosi (SWRO) di Batu Hitam akan segera dioperasionalkan. Setelah ada serah terima antara Kementerian PUPR yang dihadiri Direktur Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), Ditjen Cipta Karya, Ir Muhammad Sundoro M Eng bersama Wali Kota Tanjungpinang H Lis Darmansyah di ruang kerjanya, Senggarang, Senin (7/8).

SWRO Batu Hitam nantinya di kelola UPTD SPAM yang diketuai Heri Jumeri yang kini menjabat sebagai Kasi di Cipta Karya Dinas PU Kota Tanjungpinang. Hanya saja, belum dilantik. Kepala Dinas PU Kota Tanjungpinang, Hendry ST menuturkan, serah terima yang dilaksanakan masih pengelolaan. Belum aset, ini artinya jika ada yang rusak masih tanggung jawab kementerian terkait melalui Satker yang ada di Kepri.

Baca Juga :  Omzet Pedagang Sedikit

Kondisi mesin sudah tak ada masalah, begitu juga dengan pipa sambungan ke rumah masyatakat. Terkait kapan didistribusikan, ia belum bisa memastikan, namun dalam waktu dekat. Ia menuturkan, lebih cepat lebih baik, sebab mesin jika tidak di fungsikan akan cepat rusak nantinya. ”Mudahan dalam waktu dekat, SK ketua UPTD nya sudah ada, tinggal pelantikan agar bisa segera bekerja,” ungkapnya.

UPTD nantinya bukan hanya mengelola SWRO Batu Hitam, namun beberapa SPAM lainnya termasuk Pulau Penyengat. Terkait harga, menurut Hendry masih perlu sosialisasi. Dari hasil sebelumnya, direncanakan Rp 19 ribu per kubik atau 1.000 liter setara lima derum. ”Saya fikir perlu sosialisasi agar masyarakat mengerti bahwa harga Rp 19 ribu itu untuk seribu liter. Ini masih lebih murah dari air kemasan siap minum lainnya,” tuturnya.

Baca Juga :  Ekonomi Diprediksi Makin Sulit di Shio Anjing

Harga ini masih lebih mahal bila dibandingkan air siap minum yang di jual ATB Batam hanya berkisar Rp 6 ribu per kubik. Meski demikian, ia menyebut bis ajadi masih dibahas kembali Ketua ketua UPTD.(DESI LZA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here