Tarif Air Naik, ATB Sebut Tak Ada Gejolak

0
306
Salah satu WTP milik ATB di Dam Mukakuning

BATAM – Pihak PT Adya Tirta Batam (ATB) menaikan tarif sepihak. Setelah tarif dinaikan, dan warga mengeluhkan mahalnya tarif air, pihak ATB mengaku sejauh ini mereka tdiak merasakan adanya gejolak di masyarakat terkait kenaikan tarif baru air yang mereka berlakukan.

Pe‎rubahan tarif dengan cara melakukan perubahan golongan terhadap sekitar 15 ribu pelanggan dinilai ATB tidak menimbulkan reaksi dari warga. Corporate Secretary ATB, Maria J Jacobus mengatakan, keputusan pihaknya lebih pada penyelarasan rumah B golongan 2 D. Sementara pihak kantor air Badan Pengusahaan (BP) Batam sebagai mitra ATB, menyebutkan kebijakan sudah lebih dulu melalui survei.

Maria J Jacobus enggan menanggapi wartawan lebih lanjut terkait dengan tarif air bersih di Batam. Alasannya, kondisi dimasyarakat juga tidak bergejolak. “Apakah maksudnya soal penyelarasan rumah B golongan 2D Soalnya nggak ada pelanggan yang heboh dan komplain,” kata Maria singkat tanpa merespon lebih lanjut.

Sementara Kepala Bidang Pengelolaan Air BP Batam, Tutu Witular ‎mengatakan, perubahan langkah yang diambil ATB, terkait perubahan golongan. Dimana, 15 ribu pelanggan mengalami perubahan golongan dari sebelumnya golongan rumah tangga A menjadi golongan rumah tangga B.

“Itu berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh ATB. Kriteria tersebut bukan dari BP Batam yang menentukan, melainkan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),” kata Tutu.

Diakui, berdasarkan hasil survei ada sekitar 15 ribu pelanggan yang akan berubah golongan. Saat ini ATB disebut masih melakukan sosialisasi kepada pelanggan yang akan dinaikan golongannya tersebut. “Ini agar Masyarakat tidak panik,” jelasnya.
Terkait pelanggan, diakui Tutu, tersebar seperti di Sekupang, Batam Centre dan Batuaji. Jika dipresentasikan dari seluruh pelanggan ATB berkilah hanya sekitar 5 persen yang akan mengalami perubahan golongan.

“Jadi sebenarnya, bukan perubahan tarif, tapi golongan yang secara sendiri berpengaruh pada pelanggan,” katanya dia.

Sementara Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo menegaskan, saat ini memang tidak ada ketentuan untuk kenaikan tarif air yang dilakukan ATB. Kenaikan air sendiri, menurut dia, tidak bisa sepihak dilakukan oleh ATB ataupun BP Batam melainkan juga harus berdasarkan persetujuan dari DPRD Batam.

“Kalau BP Batam menjual air baku ke ATB, tapi untuk ATB ke masyarakat itu memang harus melalui persetujuan DPRD,” kata Lukita.(mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here