Tarif Air Pemicu Inflasi

0
545
Air bersih: Pekerja PT ATB saat memeriksa produksi air bersih di WTP Dam Mukakuning, sebelum didistribusikan ke pelanggan. f-dokumen/tanjungpinang pos

BATAM – Rencana PT Adya Tirta Batam (ATB) yang akan menaikkan tarif akan memicu kenaikan inflasi, jika direalisasikan. Sementara semua pihak dibutuhkan untuk menjaga agar inflasi tidak melonjak tinggi. Pada Januari sampai Oktober 2017 inflasi Batam 3,28 persen dan inflasi Oktober year on year sebesar 4,54 persen atau naik sebesar 0,72 persen tidak naik lagi.

Kepala Badan Pusat Statistik Batam, Rahyudin mengungkapkan inflasi Batam pada Oktober yang tergolong tinggi. Inflasi Oktober naik dibanding September lalu sekitar 0,52 persen. Sementara ancaman kenaikan inflasi naik semakin besar, karena sudah mendekati natal dan tahun baru. ”Kalau tarif air naik, inflasi naik lagi. Kenaikan harga konsumsi masyarakat umum sangat bengaruh pada inflasi,” katanya.

Baca Juga :  Pengusaha Diminta Tak Khawatirkan Pemilu

Disebutkan, kenaikan inflasi saat ini lebih besar dipengaruhi sembako dan tarif listrik. Harga bahan makanan menyumbang inflasi sebesar 0,33 persen. Sementara kenaikan tarif listrik menyumbang inflasi sebesar 0,34 persen. ”Sisanya dibagi rata untuk faktor lainnya,” ujar Rahyudin.

Disebutkan, kenaikan harga yang berkaitan dengan konsumsi publik, akan berimbas pada kenaikan inflasi. Sehingga karena mendekati hari raya Natal dan Tahun baru, maka inflasi Desember dan Januari akan naik. Terlebih pada Desember nanti, tarif listrik direncanakan naik untuk tahap ketiga. ”Tarif listrik akan ikut menaikkan inflasi,” jelasnya.

Baca Juga :  Agustus, Dua PMA Investasi di Batam

Kenaikan tarif dasar listrik (TDL) Batam sebesar 15 persen untuk pemakaian September yang dibayarkan Oktober, membuat angka inflasi Batam naik. Batam kini tertinggi kenaikan inflasi di Sumatera. Sementara inflasi terendah ada di Jambi, yang kenaikannya hanya 0,0 persen.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here