Tarif Lego Jangkar Kepri Bersaing

0
306
SALAH satu kapal tanker yang lego jangkar di Perairan Batuampar Batam. Aktivitas kapal tanker di perairan ini cukup tinggi. f-martua/tanjungpinang pos

Januari 2019 Mulai Dipungut UPT Dishub

Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemprov Kepri dari retribusi jasa lego jangkar sebesar Rp60 miliar tahun 2019 berpeluang besar bisa tercapai. Apalagi, tarif jasa lego jangkar di Kepri tergolong rendah sehingga bisa bersaing dengan negara lain.

TANJUNGPINANG – DI Peraturan daerah (Perda), tarif lego jangkar Kepri ditetapkan Rp600 per Gross Tonnage (GT) per 10 hari. Jumlah ini tergolong lebih rendah dengan Singapura. Namun, masih lebih rendah Malaysia dan Vietnam.

Tarif tersebut lebih rendah sekitar Rp400 dibandingkan tarif yang ditetapkan di PP No.15 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif Atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku di Kementerian Perhubungan RI yang menetapkan Rp1.000 per GT.

Kepala Dinas Perhubungan Pemprov Kepri, Brigjend Jamhur Ismail mengatakan, dengan tarif tersebut, maka Kepri masih menarik menjadi lokasi parkir kapal-kapal tanker.

Dengan tarif tersebut, akan menjadi pertimbangan bagi owner kapal-kapal tanker yang ingin memarkirkan kapalnya. ”Kalau hitung-hitungan bisnisnya, lebih untung nanti pemilik kapal dengan tarif di Perda kita dibandingkan tarif di PP No.15 itu,” ujar Jamhur, kemarin.

Kapal-kapal yang hendak parkir di Singapura pun bisa pindah haluan ke Kepri karena tarifnya lebih murah. Mudah-mudahan, kata dia, makin banyak kapal yang parkir di Kepri nanti.

”Makin banyak kapal yang parkir, makin banyak penerimaan kita. Inilah salah satu sumber PAD baru bagi Kepri,” tambahnya.

Salah satu sumber pendapatan Pemprov Kepri yang paling besar nanti adalah di perairan Pulau Nipa Batam. Aktivitas kapal nasional dan internasional sangat ditinggi di sana.

”Kalau di Galang itu kebanyakan kapal parkir. Kalau di perairan Pulau Nipa, kebanyakan transhipment ship to ship. Isi minyak misalnya tiga jam, lalu pergi. Tetap bayar biaya parkirnya,” katanya mencontohkan.

Beda dengan di perairan Galang, kapal-kapal di sana umumnya parkir saja. Setelah kapal hendak bergerak, barulah bayar uang parkirnya.

Namun, kata dia, tarif yang dibuat di Perda Pajak dan Retribusi Kepri tersebut, sangat berpeluang menarik kapal-kapal lain untuk lego jangkar di perairan Kepri.

Januari 2019 nanti, yang memungut retribusi lego jangkar adalah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dishub Kepri. ”Aturannya bisa. UPT bisa mengelolanya, bukan hanya BUP (Badan Usaha Pelabuhan). Makanya, UPT kita yang memungut dan sudah terbentuk,” tambahnya.

Retribusi lego jangkar langsung masuk ke kas daerah melalui Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Pemprov Kepri.(MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here