Tarif Listrik Batam Direvisi

0
750
TEMUI PENDEMO : Gubernur Kepri H Nurdin Basirun didampingi Wako Batam Rudi menemui pendemo di Batamcenter, Senin (17/4). f-martua/tanjungpinang pos

Tarif Dasar Listrik (TDL) Batam yang naik 45,6 persen dan mulai diterapkan Maret lalu berpeluang direvisi setelah mendapat penolakan dari berbagai elemen masyarakat.

BATAM – Reaksi penolakan masyarakat Batam atas tingginya kenaikan tarif listrik baru itu disampaikan melalui orasi saat demonstrasi di Batam Center, Senin (17/4).

Gubernur Kepri H Nurdin Basirun merespon massa yang demo. Saat itu, gubernur membuka peluang tarif itu direvisi bersama DPRD Provinsi Kepri. Namun Nurdin tidak menyebutkan kapan evaluasi akan dilakukan.

”Nanti kita akan duduk bersama dulu. Kita akan bicarakan dengan DPRD Provinsi Kepri,” kata Nurdin Basirun di Gedung Pemko Batam, Senin (17/4), sebelum menemui massa yang menggelar demo penolakan tarif baru listrik Batam.

Di hadapan massa yang menggelar demo, Nurdin didampingi Wali Kota Batam Rudi mengatakan, jika masyarakat tidak setuju kebijakan yang dibuat, maka nanti akan dievaluasi.

Dimana, DPRD Provinsi Kepri akan membahas ulang kebijakan ini. ”Kita akan undang DPRD dan perwakilan masyarakat untuk bicarakan lagi, kalau tarif listrik naik ditolak,” kata Nurdin.

Di tempat berbeda, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar mengungkapkan sinyal dari Nurdin untuk mengevaluasi tarif listrik Batam sudah ada. Sinyal itu diakui melalui komunikasi sehari sebelumnya antara Amsakar, Nurdin dan Rudi.

”Kita usulkan agar ditinjau ulang karena kenaikannya terlalu besar. Selain itu, sebentar lagi mau puasa dan lebaran,” kata Amsakar.

Sebelum diputuskan gubernur terkait evaluasi tarif, Pemko juga mengundang pihak PLN Batam. Pada pertemuan itu, akan diminta PLN menyampaikan penjelasan terkait alasan kenaikan dan data terkait kondisi keuangan PLN.

”Karena kita minta aspirasi RT/RW se-Batam atas tarif listrik ini. Kita diminta mengambil langkah, maka kita ambil langkah,” jelas Amsakar.

Dari komunikasi lewat telepon dengan Nurdin, diakui ada respon positif. Diminta agar gubernur menyikapi persoalan yang dihadapi masyarakat dan ada solusi atas tarif dasar listrik.

”Ini bukan dari kita. Tapi kemarin itu saat acara RT/RW, lima orang perwakilan mengungkapkan kenaikan tarif yang signifikan,” cetusnya.

Namun sebelum dievaluasi, maka gubernur akan membahas dulu dengan DPRD.

”Pak gubernur bilang, tahap awal akan dilakukan pembahasan. Tapi ke pak wako, pak gubernur sudah mengatakan akan ada penyesuaian. Jadi masyarakat agar bersabar, kami akan memperjuangkan. Paling kurang, ditinjau kenaikan itu,” imbaunya.

Sementara di depan gedung Pemko Batam, ratusan massa dengan menggunakan pengeras suara, menyampaikan tututan pembatalan SK Gubernur. Diminta agar tarif listrik Batam dievaluasi.

”Silahkan naik tapi yang wajar. Kami bukan anti naik. Tapi kenaikan sampai 50 persen itu tidak wajar,” teriak seorang demonstran.

Massa juga membawa karton bertuliskan tuntutan penolakan kenaikan tarif listrik. Mereka juga membawa spanduk bertuliskan tuntutan masyarakat.

Mereka menghawatirkan, dengan kenaikan tarif listrik yang baru, gaji buruh tidak bisa menutupi biaya hidup masyarakat.

”Kami harap, bisa menikmati listrik, tidak takut tarif meledak. Kalau tidak bisa dibatalkan, harus turun. Syukur kalau dibatalkan,” harap seorang pendemo, Anto.

Sebelumnya, gubernur telah meneken SK kenaikan tarif listrik Batam dalam tiga kelompok dan paling tinggi kelompok rumah tangga sekitar 45,6 persen. Sehingga, pembayaran listrik masyarakat meroket.

Hal ini membuat warga protes di tengah kondisi ekonomi Batam yang terpuruk saat ini. Sekitar seperempat penduduk Batam menganggur. Sehingga, warga menilai kenaikan itu sangat tidak wajar.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here