Tarif Pesawat Ganggu Ekonomi

0
94

Inflasi Kepri Tertinggi Dibanding Nasional

Perekonomian Kepri terganggu akibat tarif pesawat yang tinggi. Gangguan itu muncul pada inflasi yang naik disebabkan, salah satunya dampak dari tarif tiket tinggi dan bagasi berbayar.

BATAM – Naiknya tarif penerbangan termasuk kargo pesawat menyebabkan harga komoditas seperti kacang panjang, bayam dan cabai merah naik.

Demikian disampaikan Wakil Ketua II Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kepri, yang juga Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kepri, Fadjar Majardi, Selasa (11/6) di Batam.

”Komoditas utama penyumbang inflasi di Batam adalah tarif angkutan udara, kacang panjang, bayam dan cabai merah. Sementara Tanjungpinang didorong komoditas cabai merah dan bayam,” katanya Fadjar.

Disampaikannya, Indeks Harga Konsumen (IHK) Kepri, Mei 2019 mengalami inflasi. Kepri tercatat mengalami inflasi Mei 2019 sebesar 1,01 persen (mtm). Meningkat dibandingkan April 2019 dengan inflasi sebesar 0,18 persen (mtm).

”IHK Kepri juga lebih tinggi dibandingkan IHK nasional pada Mei 2019 yang mengalami inflasi sebesar 0,68 persen (mtm),” tambahnya.

Secara tahunan, IHK Kepri Mei 2019 mengalami inflasi sebesar 4,08 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan April 2019 dengan inflasi sebesar 3,20 persen (yoy) maupun IHK Nasional pada Mei 2019 yang mengalami inflasi sebesar 3,32 persen (yoy).

Dengan perkembangan tersebut, inflasi Kepri hingga Mei 2019 telah mencapai 1,51% (ytd).

”Inflasi Kepri pada Mei 2019 terutama bersumber dari kenaikan harga pada kelompok bahan makanan dan kelompok transportasi,” tegasnya.

Kelompok bahan makanan tercatat mengalami inflasi sebesar 3,22 persen (mtm) dengan andil 0,71persen (mtm), sementara inflasi kelompok transportasi sebesar 1,00 persen (mtm) dengan andil 0,21persen (mtm).

Komoditas utama penyumbang inflasi pada kelompok bahan makanan adalah kacang panjang, bayam dan cabai merah.

Dibeberkannya, kacang panjang mengalami inflasi sebesar 34,04 persen (mtm) dengan andil 0,33 persen (mtm) sedangkan cabai merah mengalami inflasi sebesar 15,70 persen (mtm) dengan andil 0,30 persen (mtm).

Kenaikan harga kacang panjang dan bayam diperkirakan penurunan pasokan karena pengaruh curah hujan tinggi.

”Sedangkan kenaikan harga cabai merah dipengaruhi tingginya biaya kargo serta kenaikan harga di sentra penghasil seperti Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan kenaikan rata-rata harga cabai merah 23,07 persen (mtm) pada Mei 2019,” imbuhnya.

Demikian dengan kenaikan harga cabai merah yang terjadi di Sumatera Utara dengan kenaikan sebesar 27,55 persen (mtm). Dari kelompok transportasi, inflasi disumbang tarif angkutan udara yang mengalami inflasi 4,10 persen (mtm) dengan andil 0,13 persen.

”Secara spasial, Batam dan Tanjungpinang mengalami inflasi. Batam tercatat mengalami inflasi sebesar 1,03 persen (mtm) atau 4,23 persen (yoy). Tanjungpinang mencatatkan inflasi sebesar 0,89 persen (mtm) atau 3,12persen (yoy),” ujar Fadjar.

Kata dia, dengan perkembangan inflasi terkini, IHK Kepri pada Juni 2019 diperkirakan mengalami inflasi yang lebih rendah dan berada pada sasaran nasional 3,5± 1 persen (yoy).

Beberapa faktor yang menekan inflasi, seperti normalisasi permintaan dan daya beli rumah tangga diperkirakan akan menurunkan harga bahan makanan.

”Penting dilakukan normalisasi tarif angkutan udara. Namun terdapat beberapa potensi yang mendorong peningkatan inflasi seperti biaya kargo yang cukup tinggi akan mendorong harga bahan pangan terutama yang didatangkan dari luar Kepri serta perubahan cuaca yang dapat mengganggu hasil panen,” pesan Fadjar.

Dingatkan, untuk pengendalian inflasi tahun 2019 tetap difokuskan dengan kebijakan ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, komunikasi yang efektif melalui langkah-langkah antara lain.

Menjaga kelancaran arus bongkar muat dan distribusi angkutan barang komoditas strategis yang berpotensi menyumbang inflasi pada saat perubahan cuaca.

”Penting untuk mengutamakan bongkar muat bahan makanan yang tidak tahan lama. Berkoordinasi dengan maskapai terkait dengan biaya kargo. Tetap berkomitmen untuk mendorong secara aktif pemantauan Satgas Pangan yang sudah berjalan baik untuk mengendalikan inflasi bahan makanan pasca lebaran 2019,” imbuhnya.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here