Tarif PLN Naik Bertahap Mulai Maret

0
404
PLTU: Salah satu PLTU sebagai energi pembangkit PLN Batam di Tanjungkasam. f-dokumen/tanjungpinang pos

Batam – Kenaikan tarif listrik Batam akan diberlakukan secara bertahap. Direncanakan, kenaikan tarif naik antara Maret, April dan Oktober.

Namun keputusan akan diambil DPRD Provinsi Kepri, minggu depan. Namun sesuai permintaan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepri, tarif listrik Batam naik saat inflasi rendah, sehingga dampaknya tidak terlalu besar.

Demikian diungkapkan anggota Komisi II DPRD Kepri, Rudi Chua, usai bertemu dengan Kepala BI Kepri, Gusti Raisal Eka Putra, Jumat (17/2) di Batam bersama anggota Komisi II dan III DPRD Kepri yang lainnya.

Untuk kenaikan tarif listrik Batam disepakati dalam tiga kategori. Ada kenaikan 45 persen, 40 persen dan 6 persen, tergantug segmen rumah tangganya.

”Kan, kalau kenaikan sudah disepakati. Tapi, kita ke BI untuk konsultasi dan menerima masukan, untuk waktu tepat pemberlakuan itu,” bebernya.

Konsultasi itu dinilai penting, agar kenaikan tarif tidak menaikkan inflasi di atas target. Permintaan BI, agar inflasi tidak melampaui 5 persen. Sehingga kemunginan penerapan tarif listrik secara bertahap pada Maret dan Oktober 2017.

”Ada batas inflasi yang harus dijaga. Diusahakan jangan melampaui 5 persen. Makanya kita tanya inflasi paling rendah, saat bulan itu,” bebernya.

Diingatkan, itu baru usulan BI dan keputusan akan melalui pembahasan dulu. Namun sebelum dibahas, BI Kepri berencana mengirim surat ke Gubernur dan DPRD Kepri, perihal pertimbangan inflasi itu.

”Itu karena terkait dampak inflasi dan sebagai pertimbangan kita mengambil keputusan,” kata Rudi Chua.

Sementara anggota dewan Kepri lainnya, Sahat Sianturi, menjelaskan bahwa kesepakatan penyesuaian tarif listrik, berada 45 persen di bawah skala nasional. Progres pembahasan tarif listrik diakui sudah final.

”Sebelum diputuskan, kita meminta masukan BI, agar inflasi tidak terganggu,” bebernya.

Sementara, Kepala BI Kepri, Gusti Raisal Eka Putra meminta agar inflasi 2017 dijaga. Dampak kenaikan tarif listrik diingatkan cukup besar. Pencabutan subsidi listrik secara nasioal, berdampak pada inflasi Januari 2017, 0,01 persen pada inflasi.

”Kalau dinaikkan Maret, akan naik kalau tarif listrik dinaikka. Dampaknya akan langsung terasa,” bebernya.

Diingatkan, dampak kenaikan tarif harus diperhatikan pada inflasi. Sehingga BI menyarankan kenaikan dilakukan saat inflasi rendah. Untuk Kepri sendiri diakui Gusti, bobot inflasi akibat tarif listrik di Kepri, sekitar 3,18 persen.

”Perlu kalkulasi lagi untuk dampak langsung kenaikan tarif listrik,” imbaunya.

Selain itu, saat ada kenaikan tarif listrik, maka harus ada kebijakan pengendalian pada sektor lain, terutama untuk sembako. Pasokan dan harga harus dijaga.

”Ini penting, karena inflasi awal tahun ini saja sudah mencapai 0,71 persen. Pada hal tahun lalu hanya 0,5 persen saja. Sehingga penting pengendalian volatile food,” beber Gusti lagi.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here