Tarif SWRO Terlalu Mahal

0
529
Gedung swro di Batu Hitam.f-dokumen/tanjungpinang pos

Harga perkubik air SWRO sangat mahal terutama untuk masyarakat ekonomi lemah. Dan bpk perlu berhati hati dlm hal ini mungkin sebagian orang ada yg mencari keuntungan melalui SWRO. Sabaas pak.
+6285977506700

Percepat Fungsikan SWRO
MBS Kpd bpk gubenur, mohon SWRO diteruskan secepatnya, krn harga Rp19500 tdk keberatan bagi warga dari pd beli air tangki itupun hrs dipesan dulu
+6285668230693

Tanggapan:
Pemerintah Tanjungpinang dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan mengoperasikan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) Batu Hitam mulai, Selasa (3/4).

Ada dua tarif yang akan diterapkan ke pelanggan. Yakni, tarif rumah tangga non subsidi dan tarif subsidi. Untuk tarif non subsidi harganya Rp25.760 per kubik dan harga subsidi Rp15.500 per kubiknya.

Baca Juga :  Maksimalkan Sayur dan Buah Lokal

Tarif tersebut akan diperkuat dengan Peraturan Wali Kota (Perwako) 2018. Biaya yang dibutuhkan untuk mengoperasikan SWRO tersebut, untuk lima jam operasi per harinya, biaya obat kimia mengelola air asin jadi tawar Rp 30 juta sampai Rp 40 juta per bulannya. Sedangkan, biaya listriknya, sekitar Rp 90 juta sampai Rp 100 juta per bulan. Untuk biaya pemeliharaan belum bisa dianggarkan sementara, karena keterbatasan anggaran Pemko Tanjungpinang. Pemerintah Tanjungpinang terus berusaha bagaimana caranya, mendapatkan anggaran sambil menunggu biaya operasionalnya dianggarkan di APBD Perubahan mendatang.

Baca Juga :  Bobot Elpiji Makin Ringan

Setelah dilaunching maka secara bertahap, para pelanggan mulai dibenahi meter di rumah pelanggan. Sebab, saat ini meteran pelanggan sudah jalan, karena beberapa hari terakhir ini air SWRO sudah disuplai ke pelanggan secara gratis. Kita operasikan dulu sambil melakukan pembenaan ke pelanggan

Proyek ini mulai dibangun pada 2011 sudah selesai dikerjakan pada 2014 silam. Namun, proyek Kementerian PU yang menelan biaya sekitar Rp97 miliar itu tersebut belum bisa dioperasikan sampai saat ini. Proyek ini sudah diserahkan ke Pemko Tanjungpinang pada 2017 dan direncanakan dioperasikan secepatnya. Nyatanya, pada 2018 Pemko tidak menganggarkan biaya operasionalnya.

Baca Juga :  Imigrasi Harus Jeli

Ia juga berharap, setelah SWRO dioperasikan secara normal setiap hari lima jam, ke depanya tidak ada kendala lagi, termasuk kendala biaya operasionalnya. Beroperasinya SWRO, kata dia minimal bisa membantu masyarakat dalam hal krisis air bersih. Sebab, air SWRO nanti sudah bisa langsung diminum. Ia juga akan menemui bagian Hukum Pemko Tanjungpinang, supaya peraturan Wali Kota (Perwako) terkait pengoperasian SWRO juga segera selesai. (dlp)

Heri Jumeri,
Plt Kepala UPTD SPAM Tanjungpinang

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here