Tarif Tera Ulang Naik jadi Rp5 Ribu

0
375
Petugas UPTD Metrologi legal Tanjungpinang sedang melakukan tera atau tera ulang di kantornya berada di Jalan Basuki Rahmat. f-andri/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Metrologi Legal Kota Tanjungpinang akan menerapkan dan berlakukan tarif tera dan tera ulang sebesar Rp5 ribu. Tarif tera dan tera ulang diberlakukan pada 2019 ini.

”Dalam waktu dekat ini, kita akan melakukan sosalisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Tanjungpinang Nomor 4 tahun 2018 tentang perubahan atas Perda Nomor 5 tahun 2012 tentang retribusi jasa umum,” kata Djoko Soesilo, Kepala UPTD Metrologi Legal Kota Tanjungpinang kepada Tanjungpinang Pos, Kamis (20/6).

Djoko Soesilo mengatakan, memang tarif tera ulang terjadi kenaikan sebesar Rp1.000. Sebelumnya tarif tera ulang hanya sebesar Rp4 ribu. Tarif tera ulang tertuang di Perda Nomor 5 tahun 2012 tentang retribusi jasa umum.

Sekarang tarif tera ulang yang akan diberlakukan sebesar Rp5 ribu. Karena berdasarkan Perda Nomor 4 tahun 2018 tentang Retribusi Jasa Umum.

Ini salah satu tarif tera ulang untuk timbangan yang memiliki kapasitas10 kilo ke bawah.

Berbeda dengan tarif tera pada timbangan yang memiliki kapasitas 10 kilo ke bawah mengalami penurunan sebesar Rp3 ribu, dari sebelumnya Rp8 ribu menjadi Rp5 ribu.

”Dulu tarif tera dan tera ulang dipisahkan. Sekarang terif tera dan tera ulang digabung menjadi satu yang tertuang pada Perda sekarang,” ucap dia.

Penurunan tarif tera berdampak positif terhadap UPTD Metrologi Legal Kota Tanjungpinang. Pasalnya, masyarakat dengan sendirinya membawa hingga melakukan tera pada timbangan miliknya di Kantor UPTD Metrologi Legal Kota Tanjungpinang berada di Jalan Basuki Rahmat. ”Alhamdulillah, setiap hari ada saja orang antar timbangan untuk dilakukan tera,” ucap dia.

Artinya, kata dia, masyarakat sudah sadar untuk melakukan tera pada timbangan miliknya. Dilakukan tera atau tera ulang pada timbangan tersebut, salah satu bentuk upaya pedagang sudah melindungi konsumen saat belanja di warung atau di toko tersebut.

”Sehingga masyarakat percaya dan yakin dengan pedagang tersebut,” sebut dia. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here