Tekan Kematian Ibu Hamil, Lis Dapat Penghargaan

0
633
PENGHARGAAN: Lis saat penghargaan di Jakarta, kemarin. F-ist/Humas Dinkes Tanjungpinang

JAKARTA – Pemerintah Kota Tanjungpinang kembali mengukir prestasi. Kali ini, Walikota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah, menerima penghargaan program inovasi daerah kategori kesehatan.

Penyerahan penghargaan dilakukan di Philip Kotler Theater Class, Kota Casablanca Jakarta., Senin (11/12). Penyerahan dilakukan oleh Hermawan Kartajaya Founder dan Chairman Mark Plus Inc.

Program Tante Pau (tangkap, tempel dan pantau) sebagai strategi penurunan angka kematian ibu yang diberikan apresiasi oleh Kellogg Innovation Network (KIN) Asean-Apeksi 2017. Kegiatan ini terselenggara dari tindak lanjut MOU antara Apeksi dengan Yayasan Philip Kotler Centre for Asean sebagai Host Organization dari KIN Asean bersama Mark Plus inc.

Penganugerahan penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap  Pemerintah Kota Tanjungpinang yang telah berhasil membuat terobosan-terobosan yang kreatif, inovatif dan enterpreneurship dalam membangun kotanya.

Penghargaan bidang kesehatan merupakan salah satu dari enam bidang penghargaan yang diberikan oleh KIN Asean-Apeksi kepada pemerintah kota yang inovatif.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang, Rustam lima bidang lainnya adalah pendidikan, pengentasan kemiskinan, pariwisata, perdagangan dan investasi.

Proses penilaian untuk mendapatkan penghargaan KIN Asean-Apeksi dimulai dari sosialisasi kepada anggota Apeksi dan Apkasi, pengisian angket, hingga penilaian aspek aspem kreativitas, inovasi dan kewirausahaan oleh Tim Juri dari KIN Asean.

Kota Tanjungpinang mengajukan Program Tante Pau sebagai inovasi daerah untuk mengikuti penilaian.

Program yang telah dimulai sejak November 2015 tersebut sebagai langkah terobosan untuk menurunkan angka kematian ibu di Kota Tanjungpinang yang cukup tinggi yaitu 9 orang pada 2013, 11 kematian pada 2014 dan 8 kematian pada 2015.

Setelah dicermati tingginya kematian ibu tersebut didapati kondisi, pertama, tingginya kehamilan beresiko yang terlambat dideteksi.

Kemudian, tingginya ibu hamil pendatang dari luar dengan kasus kehamilan resiko tinggi yang tidak terpantau oleh tenaga kesehatan.

Banyaknya ibu hamil yang kesulitan mendapatkan akses darah donor pada saat membutuhkan.

Masih sering terjadi kasus kasus kesulitan membayar biaya rumah sakit pada saat melahirkan. Komunikasi antara pemberi pelayanan dengan pengelola program kesehatan ibu hamil belum berjalan dengan baik.

Dan, kemudian kerjasama lintas sektor belum optimal, demikian pula antara pemberi pelayanan dengan masyarakat.

Dari kondisi tersebut, maka muncullah ide atau gagasan, pertama setiap ibu hamil harus terpantau oleh petugas kesehatan sejak awal kehamilan hingga persalinan dan masa nifas.

Setiap ibu hamil resiko tinggi harus didampingi secara ketat sampai proses kelahiran dan masa nifas

Setiap ibu hamil harus memiliki jaminan kesehatan dan calon pendonor darah.

Setiap puskesmas harus memiliki ambulans warga untuk membantu transportasi ibu hamil ke fasilitas kesehatan tingkat pertama/rujukan.

Ide tersebut kemudian diwujudkan dengan membangun jejaring pelayanan kesehatan ibu yang mampu mendeteksi adanya ibu hamil, memantau ibu hamil yang beresiko tinggi.

Mendampingi ibu hamil hingga melahirkan dan nifas, dan menyediakan akses jaminan kesehatan, transportasi dan pendonor darah.

Sistem tersebut diberikan nama Tante Pau atau Tangkap, Tempel dan Pantau.

”Dengan inovasi ini, angka kematian ibu melahirkan turun secara signifikan di Kota Tanjungpinang, bahkan mencapai nol kematian pada tahun 2016,” tegas Rustam, kemarin.

Menurutnya, berbagai manfaat dirasakan berbagai pihak dari program ini. Masyarakat khususnya ibu hamil dan keluarganya mendapatkan berbagai kemudahan. Unit layanan kesehatan kinerjanya menjadi lebih meningkat dan efisien.

Bahkan PMI lebih terbantu dalam penyediaan darah, Disduk lebih meningkat cakupan pencatatan dan penerbitan akta kelahiran.

Serta kartu identitas anak, bahkan Dinas Pendidikan juga terbantu data untuk perencanaan kebutuhan ruang kelas baru di waktu mendatang. (bas) 

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here