Teknik Informatika Latih Pelaku UMKM

0
244
MAHASISWA dan pelaku industri rumahan di Tanjungpinang foto bersama usai mengikuti sosialisasi Sistem Pengelolaan Informasi yang digelar Jurusan Teknik Informatika, pekan lalu. F-istimewa

Teknik Informatika UMRAH Ajari Cara Jualan Produk Secara Online

Pelaku industri rumahan (home industry) yang masuk golongan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Tanjungpinang diajari menggunakan sistem informasi penjualan produk secara online.

TANJUNGPINANG – HAL ini dilakukan mahasiswa Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang dalam kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan yang merupakan bagian dari Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).

Acara itu dilakukan, Sabtu (13/10) bertempat di Laboratorium Komputer Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik UMRAH Tanjungpinang. Sosialisasi kegiatan itu mengambil topik ‘Pemanfaatan Teknologi Informasi Dalam Pengelolaan Industri Rumahan’.

Peserta pelatihan terdiri dari para pelaku industri rumahan yang berada di wilayah Kota Tanjungpinang. Kegiatan ini merupakan tahapan akhir dari proses pelaksanaan kegiatan PKM yang didanai oleh Skema Hibah Pendanaan Internal UMRAH tahun 2018. Tim PKM terdiri dari Hendra Kurniawan, sebagai ketua dan anggota yang terdiri dari Nerfita Nikentari, Ferdi Chahyadi dan Dwi Amalia dan dibantu oleh mahasiswa Jurusan Teknik Informatika UMRAH.

Dalam pelaksanaan PKM Jurusan Teknik Informatika UMRAH bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Provinsi Kepri.

Topik pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan industri rumahan, diambil sebagai tindak lanjut kegiatan yang pernah dilakukan pada tahun 2017.

Hal tersebut dilakukan guna menjamin keberlangsungan dalam pembinaan dan pengelolaan industri rumahan di wilayah Kepri khususnya Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan.

”Pelaksanaan PKM ini telah dimulai sejak bulan Mei 2018 dengan beberapa tahapan kegiatan seperti survei lokasi, pengumpulan data awal, pengolahan biodata pelaku IRT, perancangan arsitektur sistem informasi, perancangan antar muka sistem Informasi, pembuatan dan ujicoba sistem serta sosialisasi dan pelatihan penggunaan sistem informasi,” sebut Hendra, kemarin.

Ia menambahkan, bahwa kegiatan PKM tahun ini bertujuan untuk memberikan kemudahan kepada pelaku industri rumahan dalam mengelola pemasaran produk dan mengelola transaksi penjualan produk.

Luaran dari PKM ini berupa sistem informasi pengelolaan industri rumahan berbasis Web, yang dapat diakses secara daring (online).

Selain itu, pelaku industri rumahan juga dibekali dengan kompetensi pemasaran produk secara digital (Digital Marketing) melalui media sosial Instagram.

”Pelaku industri rumahan dibekali cara memanfaatkan media instagram untuk promosi produk dan juga mengoptimalkan penggunaan Instagram dalam memulai bisnis rumahan,” sebut Hendra.

Akses sistem pengelolaan industri rumahan, dapat dilakukan melalui laman http://industrirumahan.com dan melalui media sosial instagram dengan hastag #industrirumahankepri.

Aplikasi sistem pengelolaan IR ini, lanjut Hendra, masih terus dikembangkan dengan berbagai masukan dari pelaku industri rumahan dan pengayaan fitur untuk memudahkan pengguna.

Masyarakat dapat melihat berbagai produk hasil industri rumahan, yang ada di wilayah Kepri pada laman tersebut.

Bagi para pelaku industri rumahan yang belum terdata pada sistem, dapat menghubungi Dinas P3AP2KB Provinsi Kepri atau menghubungi Jurusan Teknik Informatika di Kampus UMRAH Senggarang.

”Untuk tahun ini sosialisasi difokuskan pada peserta di wilayah Kota Tanjungpinang, yang telah mengikuti pelatihan TIK pada tahun 2017 lalu.

Ke depannya, akan diadakan sosialisasi secara menyeluruh untuk wilayah Kepri. Sesuai dengan rencana aksi, yang dikoordinasi dengan Dinas P3AP2KB Provinsi Kepri,” ungkapnya.

Saat ini, aplikasi Sistem Informasi Pengelolaan Industri Rumahan tersebut memiliki beberapa fitur seperti pencatatan biodata pelaku industri rumahan, foto produk industri rumahan, kontak pelaku industri rumahan dan transaksi penjualan dari setiap pelaku industri rumahan.

Ke depannya diharapkan para pelaku industri rumahan di wilayah Kepri memiliki pasar digital dalam berinteraksi dengan para pembeli, seperti halnya toko online yang sedang marak pada beberapa tahun belakangan.(ADLY BARA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here