Teliti Kurikulum, Harus Berguna untuk Orang Lain

0
243
Maysarah Liani Utami bersama kedua orangtua serta adiknya Dzakir Farhan Muhammad. F-istimewa

Maysarah Liani Utami, Lulusan Cumlaude STAIN-SAR Kepri

Maysarah Liani Utami S.Pd, resmi menyandang status alumni Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Abdurrahman (STAIN-SAR) Kepulauan Riau (Kepri).

TANJUNGPIANANG – Ia telah diwisuda bersama teman-temannya, pada Sabtu (24/11) dan menyandang predikat cumlaude dengan nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) atau bahasa kerennya GPA (Grade Point Average) 3,58.

Perasaan senang sudah barang tentu ia rasakan dan yang terpenting baginya tidak hanya sekedar lulus namun harus menuai prestasi.

Mantan mahasiswi STAIN-SAR ini berkonsentrasi pada Jurusan Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Program Studi Manajemen Pendidikan Islam.

Ia menyelesaikan tugas skripsinya, dengan mengambi judul ‘Analisis Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kurikulum 2013, Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Tsanawiyah Negeri Kabupaten Bintan’.

Mengapa mengambil judul tersebut, Maysarah menjawab, karena mengikuti Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), ia melihat beberapa guru merasa kesulitan dalam membuat perangkat pembelajaran khususnya RPP Kurikulum 13 yang diterapkan sekarang ini.

”Karena ada banyak kendala dalam membuat perangkat pembelajaran seperti penilaian Kurikulum 13, yang lebih banyak dari kurikulum sebelumnya. Hal itu mengakibatkan beberapa guru, banyak mengambil rancangan RPP dari internet dengan hanya meng-copy paste langsung tanpa disunting terlebih dahulu sebelum digunakan untuk penerapan pembelajaran,” jelas Maysarah, melalui pesan Whatsapp-nya, Selasa (27/11).

Dampaknya, lanjut Maysarah, sistem pembelajaran cenderung tidak berjalan secara efektif dikarenakan praktiknya tidak sesuai dengan teori.

Berdasarkan temuannya di lapangan, beberapa guru meng-copy paste yakni proses pembelajaran di dalam kelas cenderung kurang inovatif.

”Mengapa demikian, karena mereka tidak mempraktikkan sepenuhnya teori yang mereka ambil. Sementara, teori yang mereka ambil hanya sebagai pelengkap kewajiban atas tuntutan pengawas sekolah dan kepala sekolah,” tambah Maysarah.

Menurutnya, dalam menyusun skripsi mempunyai tantangan tersendiri. Hal itu dikarenakan selama proses penyusunan skripsi, ia harus mencari bahan yang sesuai dibimbing oleh pembimbing.

”Saya bimbingan lebih dari 10 kali, dan sampai akhirnya disetujui Dosen Pembimbing. Saya ingat, dosen pembimbing saya Dr. Muhammad Faisal, M.Ag dan Dian Rahmawati, S.Th.I., MA mengatakan, kita membuat skripsi bukan hanya utuk dimengerti sendiri. Tetapi orang yang membaca juga harus memahami apa yang kita buat di dalam skripsi itu. Jadi membuat skripsi itu bukan sembarangan, alias asal pilih judul dan sekedar mengerjakan,” tegas Maysarah.

Dengan mengambil judul yang tertulis di atas, maka ia harus menganalisis setiap bagiannya. ”Dosen saya juga menuntut saya, bukan hanya menganalisis tetapi memberikan hasil analisis tersebut dengan membuat RPP yang sesuai dengan Kurikulum 13. Jadi kita tidak hanya komentar tentang apa yang dibuat guru. Tetapi kita juga ada hasil, yang bisa digunakan untuk guru tersebut,” ungkap Maysarah, yang asli warga Tanjungpinang ini.

Putri pertama dari dua bersaudara pasangan Rino Yanto dan Khalimatul Sa’diyah ini mengungkapkan perasaannya senang ketika memperoleh predikat cumlaude.

”Belajar sungguh-sungguh dengan tekad yan kuat, untuk dapat menyelesaikan pendidikn tepat waktu. Itu merupakan target saya kuliah di STAIN-SAR. Namun saya tidak memungkiri, saya ingin mencapai tahap cumlaude itu. Walaupun saya sadari, tidak sedikit saingan yang ingin memperoleh predikat itu,” ujar Maysarah, yang juga menekuni hobi desain dan dekorasi tersebut.

Dengan mencapai prestasi itu, ia tak lupa menyampaikan rasa terima kasihnya kepada kedua orang tua yakni Rino Yanto dan Khalimatul Sa’diyah.

Terima kasih kepada ayah dan ibu dan adikku Aan. Karena apa yang Sarah peroleh sekarang ini, tidak terlepas dari kerja keras, kasih sayang dn doa yang dilantunkan setiap waktu.

Terima kasi juga untuk kakak sepupu yakni Dian yang selama ini selalu membantu dalam segala hal.

”Teman-teman terdekat saya seperti Bapak Aferiyandi, Putri, Ira, Mira, Yeni, Dani dan alm Muhajir yan selalu memberikn semangat dan mau berjuang bersama. Serta terima kasih untuk semua dosen-dosen STAIN-SAR yang selama ini slalu membimbing, dan mengarahkan saya. Sehingga membantu saya mencapai kelulusan yang, memperoleh hasil membanggakan,” tutup Maysarah.(ADLY ‘BARA’ HANANI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here