Teluk Keriting Mulai Dibenahi

0
156
Gubernur ikut mengukur lebar jalan yang dibangun di Teluk Keriting, Tanjungpinang Sabtu (29/9). f-istimewa

Gubernur H Nurdin Basirun menginginkan kawasan Teluk Keriting, Kota Tanjungpinang memberikan pesona baru untuk kepariwisataan.

TANJUNGPINANG – Pembenahan itu mulai dilakukan dengan merehab 124 rumah yang akan menjadi destinasi baru wisata di Ibu Kota Kepri ini.

”Kita akan buat semenarik mungkin. Untuk rumah-rumah tersebut diharapkan juga menghadap ke laut. Biar makin menarik ketika dipandang mereka yang datang dan pulang dari Tanjungpinang,” kata Nurdin saat melakukan peninjauan rehab rumah di Teluk Keriting, Sabtu (29/9).

Nurdin, saat ke Teluk Keriting untuk meresmikan Kedai Kopi 757 milik seorang warga. Ketika sampai sana, Nurdin langsung melihat proses pekerjaan yang sudah dimulai pada 10 September itu.

Ada pembangunan jalan beton juga untuk memperlancar pergerakan di kawasan tersebut. Nurdin ingin melihat proses pengerjaan semuanya.

Malah Nurdin ikut membantu menukang sebentar sambil meninjau progres pembangunan. Dia ikut mengukur dan aktivitas pertukangan lainnya.

Nurdin berpesan agar proses pembangunan dan perehaban ini harus sesuai perencanaan dan aturan yang berlaku. Apalagi rumah-rumah tersebut didiami masyarakat dan menjadi titik baru pariwisata.

Pengerjaan dibagi tiga tahap dan dimulai dari RT 01 RW 11. Untuk pewarnaan, ada tujuh warna yang mewarnai rumah-rumah tersebut.

Pengerjaan ini pun tergantung kesepakatan dengan pemilik rumah. Karena tidak semua direhabilitasi total. Ada yang pagarnya, dindingnya dan lainnya. Ketika rumah sudah jadi, dan cantik, Nurdin ingin semuanya menghadap ke laut.

”Jangan pula rumah dah cantik cantik laut dibelakangk pula. Pintu hadap lautlah biar cantik ditengok. Mudah-mudahan penghuninya lancar rejekinya,” kata Nurdin.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Pemprov Kepri, Ir Heru Sukmoro CES mengatakan, di desain yang mereka buat, memang ada pembangunan home stay di Teluk Keriting.

”Tapi bukan dibangun tahun ini. Mungkin tahun depan lah. Siap jalannya dulu dibangun,” ujar Heru Sukmoro, baru-baru ini.

Home stay ini akan dibangun di kawasan itu dan menjadi tempat menginap turis nantinya. Turis akan tinggal bersama masyarakat sehingga menjadi kesan tersendiri tinggal di perkampungan.

Inilah salah satu wisata tradisional yang akan ditawarkan ke turis dengan nuansa alami baik pemukiman penduduk dan laut jadi pemandangannya. Soal siapa yang akan mengelola home stay ini, belum diketahui.

Namun, yang jelas home stay tersebut jika sudah dibangun merupakan aset Pemprov. ”Kalau soal pengelolanya, belum taulah. Kita bangun dulu nanti. Baru dibahas lagi,” tambahnya.

Saat ini, sudah terbentuk Forum Masyrakat Teluk Keriting yang terdiri dari ketua RW, ketua RT, tokoh pemuda, tokoh masyarakat termasuk diantaranya ada juga Syamsul Bahrum, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Kepri dan Ade Angga, Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang.

Forum masyarakat ini, kata Heru, sangat membantu Pemprov Kepri dalam melakukan pembenahan Teluk Keriting. Jika ada yang perlu dibahas, cukup dengan forum masyarakat tersebut dan terorganisir.

Pada umumnya, warga Teluk Keriting mendukung program pembenahan kawasan itu. Apalagi, daerah itu akan dijadikan kampung wisata yang ke depan akan berdampak pada ekonomi warga setempat.

Heru menambahkan, tahun ini sekitar Rp30 miliar dialokasikan untuk membenahi Teluk Keriting dari dinas yang dipimpinnya saja.

Anggaran itu di luar alokasi Rp 110 miliar dari Dinas Pekerjaan Umum Pemprov Kepri yang akan membangun jalan lingkar.

Adapun anggaran Rp30 miliar tersebut untuk membangun pelantar, perbaikan rumah penduduk dan perbaikan sarana prasarana lainnya. Rumah penduduk juga akan dicat warna-warni.

Saat ini, pihaknya sedang mempersiapkan proses lelang untuk pengerjaan proyek pembenahan Teluk Keriting. ”Masih ada yang perlu kita bahas dengan forum masyarakat. Tapi tak lama lagi segera dilelang,” ungkapnya.

Pembangunan jalan lingkar yang akan dilakukan Dinas PU dimulai dari daerah Teluk Keriting. Akan ada penimbunan laut untuk selanjutnya dibangun jalan raya di atas tanah timbunan itu.(ABAS-SUHARDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here