Tembakan Meriam Hentikan Pelarian Empat Kapal Ikan Asing

0
494
EMPAT kapal nelayan Vietnam dibawa ke Batam. Nampak ABK dikumpulkan di geladak kapal.f-istimewa/Guspurla Koarmada I

BATAM – Empat unit kapal ikan asing (KIA) berbendera Vietnam diamankan KRI Bung Tomo-357. Petugas sempat kesulitan karena kapal-kapal ini hendak kabur. Tembakan peringatan meriam terpaksa dilakukan untuk menghentikan aksi pelarian mereka.

Kapal diamankan, Minggu 24 Februari 2019 sekitar pukul 08.30 WIB di posisi 06º 12,00’ U – 106º 25,50’ T. Sebelum diamankan, kapal nelayan itu sempat melakukan perlawanan dengan membakar geladak buritan untuk menghalangi tim pemeriksaan merapat.

Komandan Guspurla Koarmada I, Laksamana Pertama TNI Irvansyah, Jumat (1/3), mengungkapkan hal itu di Batam. Dibeberkannya, kapal yang diamankan dengan nama lambung BV 525 TS dengan nakhoda Thong, sembilan orang ABK dan muatan satu palka ikan.

Kapal kedua, BV 9487 TS, nakhoda Pling Dinh Tho dengan delapan orang ABK, bermuatan 2 palka ikan. Kapal BV 4923 TS dinakhodai Vo Thanh Canh dengan sembilan orang ABK, bermuatan 1 palka ikan. Kapal keempat, bernama BV 4555 TS dengan nakhoda Tran Van Quyen dan 2 orang ABK, tanpa muatan.

Kejadiannya TW 0224.0700 WIB pada posisi 06° 16,00’ U-106° 18,50’ T KRI TOM-357 halu 090 cepat 18 knot mendapati kapal Vietnam Fisheries Resources Surveillance KIEM NGU 214214 (KN-214) pada posisi 06° 16,54’ U-106° 26,10’ T. Lokasi itu tepatnya, utara batas landas kontinen Indonesia-Vietnam.

Baca Juga :  750 Polisi Sweeping Sampah di Pantai Payung

Selanjutnya KRI TOM-357 melanjutkan patroli ke arah timur. Sekitar 07.20 WIB KRI TOM-357 mendeteksi 9 kontak radar pada baringan 130 jarak 8 NM bergerombol pada posisi 06° 12,00’ U-106° 23,00’ T di wilayah perairan Indonesia.

Hasil identifikasi visual pada jarak 4 NM, 9 kontak permukaan tersebut adalah siluet dari KIA Vietnam (KIAV). 07.40 WIB Komandan KRI TOM-357 melaporkan hal tersebut kepada Asintel Guspurla Koarmada I selaku Pater Kapal Markas untuk melaksanakan peran tempur bahaya permukaan dilanjutkan peran pemeriksaan dan penggeledahan.

Setelah didekati, lima kontak KIA bergerak menghindar ke arah utara, kembali menuju perairan Vietnam. Empat KIA lainnya menuju ke arah selatan. Komandan KRI TOM-357 memutuskan untuk melaksanakan pengejaran terhadap empat KIA yang bergerak ke arah selatan.

Sekitar 08.30 WIB pada posisi 06° 12,00’ U-106° 25,50’ T, 4 Tim pemeriksa KRI TOM-357 turun menggunakan dua RHIB untuk melaksanakan pengejaran. Selama melaksanakan pengejaran, didapati 1 KIAV (BV 4923 TS) melaksanakan tindakan perlawanan berupa pembakaran geladak buritan.

”Modus KIAV jika akan diperiksa untuk menghalangi Tim Pemeriksa merapat dan sinyal kepada KIAV yang lain terkait kehadiran KRI,” jelasnya.

Pada pukul 08.50 WIB, seluruh Tim Pemeriksa berhasil merapat dan mengamankan empat KIA Vietnam (BV 525 TS , BV 9487 TS, BV 4923 TS, BV 4555 TS) beserta ABK yang berada di kapal.

Baca Juga :  13 TKA Jadi Pekerja Kasar di Tanjunguban

Dari hasil pemeriksaan, empat KIA tersebut diduga keras telah melakukan pelanggaran berupa penangkapan ikan di wilayah Indonesia tanpa dilengkapi dokumen.

Selanjutnya, Komandan KRI TOM-357 meminta izin kepada Asintel Guspurla untuk melaksanakan pengawalan terhadap 4 KIAV tersebut ke Lanal Batam. Baru 09.00 WIB KRI TOM-357 mendeteksi kontak radar pada baringan 015 jarak 7,5 NM.

”Tertera pada AIS kontak tersebut adalah kapal KIEM NGU 214263 (KN-263) yang bergerak mendekat dengan kecepatan 10 knot,” ungkapnya.

Selama mendekat ke konvoi, KN-263 menyampaikan berita via Radio VHF Marine Band Ch.16 secara berulang-ulang. ”Meminta agar keempat KIA yang dikawal oleh KRI TOM-357 dilepaskan,” cetusnya.

Selanjutnya, KN-263 tiba di posisi konvoi dan berusaha untuk memotong haluan KIA BV 4923 TS yang dikawal oleh KRI TOM-357. Posisi itu 10 NM selatan batas landas kontinen Indonesia-Vietnam.

KN-263 terus melaksanakan manuver yang membahayakan dan bersifat provokatif terhadap Konvoi KIAV yang dikawal oleh KRI TOM-357. Kapal itu memotong haluan KIAV dan KRI TOM-357 secara ekstrim.

Menghadapi itu, KRI TOM-357 melaksanakan komunikasi melalui Radio VHF Marine Band Ch.16 dan memberikan peringatan terhadap KN-263. Peringatan itu, agar kapal segera meninggalkan wilayah perairan Indonesia.

Baca Juga :  PNS Tewas, Anggota Dewan Luka-luka

Namun peringatan itu tidak diindahkan, dan terus meminta agar keempat KIAV dibebaskan. Permintaan dilakukan, sambil bermanuver menghalau kapal-kapal tersebut untuk kembali ke utara. Selanjutnya, Komandan KRI TOM-357 meinta izin kepada Asintel Guspurla untuk melaksanakan tembakan peringatan pertama.

Peringatan disiapkan dengan Meriam 12,7 mm Browning ke udara pada posisi 06° 04,60’ U-106° 22,33’ T. Sementara KN-263 masih terus bermanuver mengejar kapal KIAV yang dikawal KRI TOM-357.

KRI TOM-357 juga mendeteksi kontak radar pada baringan 320 jarak 6 NM. Tertera pada AIS bahwa kapal tersebut adalah KN-214 bergerak mendekat KRI TOM-357 dengan cepat 10 Knot. Sehingga terdapat 2 kapal Vietnam Fisheries Resources Surveillance yang mengikuti konvoi KRI TOM-357 dan KIAV.

Menghadapi itu, KRI TOM-357 kemudian melaksanakan tembakan peringatan kedua dengan Meriam 12.7 mm Browning ke udara pada posisi 06°04,10’ U-106° 22,30’ T. Namun, KN-263 tetap melaksanakan provokasi dengan cara memotong halu BV 4923 TS.***

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here