Tempat Pelelangan Ikan Penting Bagi Nelayan

0
4410
Riski Andriansyah

Oleh: Riski Andriansyah
Mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi Negara, Fisip, UMRAH Tanjungpinang

Kepri merupakan daerah provinsi yang wilayah lautannya lebih luas dari daratan. Bisa dikatakan bahwa luas lautnya 96 persen dan hanya 4 persen luas daratannya. Dengan demikian betapa besar potensi sumber daya alam laut yang dimiliki provinsi kepri, maka dari itu pula lah banyak dari masyarakat kepri yang pekerjaannya atau mata pencahariannya sebagai nelayan.

Salah satu factor terpenting dalam membantu aktivitas nelayan dalam menjual ikan hasil tangkapannya ialah adanya tempat pelelangan ikan. Tempat Pelelangan Ikan (TPI) merupakan suatu tempat yang terletak di dalam pelabuhan , dermaga atau pangkalan pendaratan ikan, dan di tempat tersebut terjadi transaksi jual beli ikan laut hasil tangkapan nelayan, dan juga membantu nelayan mendapatkan harga jual yang layak. Kegiatan perikanan ini bertujuan untuk terciptanya kesejahteraan nelayan. Biasanya TPI dikoordinasikan oleh pemerintah pusat, daerah atau Koperasi.

Menurut data dari dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau (DKP) jumlah nelayan tradisional di Kepri sekitar 105.000 nelayan, paling banyak mereka tinggal di batam, Namun, dengan jumlah nelayan di Kepri yang banyak malah keberadaan TPI di Kepri hanya sedikit yakni baru di dua daerah yang memiiki TPI. Yaitu, pertama TPI Antang Anambas, tapi proses pengelolaannya belum terlaksana secara maksimal, baru pabrik es yang sudah berjalan. dan kedua di Selat Lampa Ranai Natuna yang keseluruhannya dikelola oleh pemerintah pusat melalui kementerian kelautan dan perikanan (KKP). Sedangkan daerah Batam, Tanjungpinang, Bintan, Karimun, dan Lingga belum memiliki tempat TPI.

Baca Juga :  Demi Apapun di Bilik Suara, Pentingkah?

Padahal, keberadaan TPI sangat penting bagi nelayan. Maka mau tak mau para nelayan menjual hasil tangkapan ikan langsung kepada penampung/toke dengan harga jual ikan yang rendah atau murah. Kata Amirullah KTNA ( Kontak Tani Nelayan Andalan) selama ini, ikan hasil tangkapan nelayan dijual langsung kepada penampung karena tidak adanya tempat pelelangan ikan, harga jual ikan dari nelayan dikendalikan oleh penampung dengan harga yang murah . para penampung juga suka suka menjual yang dibeli dari nelayan, ikan-ikan yang bagus dan mahal dijual keluar dengan harga tinggi. Sementara ikan yang murah-murah baru dijual untuk kebutuhan masyarakat lokal. Apabila aktivitas nelayan yang terus seperti ini dengan tidak adanya tempat pelelangan ikan dan mendapat harga jual ikan yang murah dari penampung maka akan sulit tercapai arti dari kata kesejahteraan nelayan, maka sudah jelas keberadaan TPI sangat penting dan dibutuhkan bagi nelayan.

Baca Juga :  KPK Makin Mengganas

Dengan demikian, diharapkan kepada pemerintah di setiap daerah Batam, Tanjungpinang, Bintan, Karimun dan Lingga serta bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau untuk dapat membangun infrastruktur. Yaitu tempat pelelangan ikan, yang keberadaannya sangat diharapkan untuk nelayan.

Apabila dibangunnya tempat pelelangan ikan maka nelayan akan dapat dengan mudah menjual ikan hasil tangkapannya dengan harga yang layak. Nelayan tidak perlu lagi menjual ikan ke para penampung. Ini, agar nelayan terhindar dari permainan harga jual ikan oleh para penampung. Serta pemerintah dapat memberikan bantuan kepada nelayan seperti peralatan tangkap ikan yang canggih dan lain lain yang ditujukan untuk memaksimalkan nelayan dalam menangkap ikan di laut. Pemerintah juga mesti dapat memberikan bantuan kepada para nelayan yang belum memiliki kapal. Bantuan ini bertujuan untuk melepaskan ketergantungan nelayan kepada para penampung. Masih ada nelayan yang memakai kapal para penampung yang hasil tangkapannya mesti diberikan kepada penampung sehingga pendapatan nelayan tersebut sedikit.

Baca Juga :  Moonfish, Ikan Berdarah Panas

Jadi, untuk memenuhi kebutuhan kehidupannya, para nelayan terpaksa berutang atau meminjam uang dengan para penampung maka dari hasil tangkapan ikan nelayan tersebut diserahkan kepada penampung. Aktivitas ini tercipta karena ketergantungan kepada para penampung. Maka sangat diharapkan pemerintah dapat memberikan bantuan kapal untuk nelayan yang belum memiliki kapal dan membangun tempat pelelangan ikan. Apabila yang diharapkan bisa diwujudkan, maka nelayan dapat menangkap ikan dan hasilnya bisa dijual di tempat pelelangan ikan dengan harga yang layak dan dapat melepaskan ketergantungan nelayan kepada para penampung.

Dari tempat pelelangan ikan, pemerintah juga bisa mendapatkan pemasukan pendapatan daerah dengan adanya pemungutan pajak atau retribusi yang bisa dipungut dari nelayan serta bagi tempat pelelangan ikan. Seprti yang sudah ada seperti di Anambas dan Natuna. Dalam proses pelaksanaan aktivitas pelelangan ikan banyak potensi yang mengutungkan hingga terjadi pasar yang diharapkan dalam memaksimalkan penghadilan nelayan. ***

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here