Tenaga Kerja Asing Wajib Gunakan Bahasa Indonesia

0
204
Kepala Bidang Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayan, Doni Setiawan (kiri) dan Kepala Kantor Bahasa Kepri, Zuryanti Muzar (kanan) memberikan materi dinsosialisasi BIPA. F-Roza dan Nopiya/Tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Kantor Bahasa Kepri mengadakan sosialisasi Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Hotel Comfort Tanjungpinang, Kamis (15/11).

Kepala Bidang Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Doni Setiawan didampingi Kepala Kantor Bahasa Kepri, Zuryanti Muzar memberikan materi kepada peserta yang berasal dari perusahaan swasta di wilayah Provinsi Kepri.

“Sekitar 50 peserta. Mereka ada dari perusahaan swasta dibidang hotel, lembaga pendidikan dan perusahaan swasta lainnya yang memakai tenaga asing,” kata Raja Rahmawati, Ketua Pelaksana Sosialisasi BIPA Kepri kepada Tanjungpinang Pos, disela acara berlangsung.

Raja Rahmawati mengatakan, sosialisasi BIPA untuk mensosialisasikan Bahasa Indonesia bagi warga asing, khususnya yang bekerja di Indonesia termasuk perusahaan swasta berada di Provinsi Kepri. Dituturkannya, Bahasa Indonesia wajib digunakan dan diterapkan tenaga kerja asing.

Ia menuturkan, sudah hampir 45 negara telah mengembangkan BIPA di seluruh dunia. Bahasa merupakan alat bagi masyarakat dalam berinteraksi satu dengan lainnya. Tentunya, setiap daerah perlu menanamkan nilai-nilai Bahasa Indonesia itu sendiri.

Menurut data yang mereka miliki, tenaga kerja asing di Kepri sudah mencapai 2.176 jiwa, yang tesebar di Bintan, Batam, dan Tanjungpinang. Dari tiga daerah tersebut paling banyak di Batam.

Dalam penyampaian materi, Doni Setiawan katakan, bahwa Bahasa Indonesia lebih unggul dari bahasa daerah khususnya bahasa Melayu. Hal ini dikarenakan giat nya kinerja untuk membudayakan dan mengembangkan Bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional.

Ini tak terlepas dari keinginan penyetaraan antara Bahasa Inggris dan bahasa lainnya. Penggunaan Bahasa Indonesia merupakan pemersatu bangsa.

Ia harapkan, Bahasa Indonesia menjadi bahasa Internasional. Hal ini merupakan amanah dari Undang-undang, yaitu tercakup dalam UU Nomor 24 Tahun 2009.

“Tentunya ini bukanlah hal yang mudah untuk mewujudkannya. Perlu kerja sama dari berbagai instansi dan masyarakat untuk mulai menggunakan Bahasa Indonesia dengan tuturan yang baik dan benar,” harap dia. (roza/nopiya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here